Bogor, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan pengeboran alias tajak sumur migas non konvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau dapat dimulai pada Desember 2026.
Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan proses manajemen dan teknis untuk memulai fase appraisal well tersebut. Ia menyebut rencana tersebut bakal menambah produksi minyak nasional.
"Jadi setelah tanda tangan kita insyaallah bisa persiapan, persiapan untuk pengeboran dan ditargetkan tajak di bulan Desember 2026 appraisal well. 3 sumur lampau kelak 8 sumur demonstrate-nya, baru insyaallah kelak jika sukses itu nyaris sekitar 400-an sumur kita bor," ujarnya di sela aktivitas Media Gathering PHR, Sentul Bpgor, dikutip Jumat (31/7/2026).
Berdasarkan catatannya, potensi migas non konvensional di wilayah Rokan ditaksir bisa mencapai 7 miliar barel. Salah satu nan menjadi jagoan adalah wilayah kerja North Aman, Blok Rokan nan jika dikembangkan secara menyeluruh dapat mendongkrak produksi minyak dalam negeri.
"Kalau North Aman itu sekitar 1.1 bilion in place-nya. Ini jika semua kelak dikembangkan itu ada sekitar 6 sampai 7 bilion jadi sangat atraktif," katanya.
Namun, pengembangan MNK memerlukan pendekatan teknologi nan berbeda dibandingkan dengan lapangan konvensional lantaran karakter batuan reservoir di bawah tanah nan lebih padat. Arifin menyebut bahwa tantangan utama dalam proyek ini adalah pemilihan teknologi nan tepat untuk mengeluarkan minyak dari pori-pori batuan nan sangat kecil.
"Nah challengenya adalah pilihan teknologi. Karena jika kita bicara non konvensional dengan nan konvensional approach-nya berbeda. Tipikal dari minyak dan reservoir di bawah tanah itu berbeda. Kalau nan konvensional itu reservoir jika kita bicara reservoir batuan ya, batuan nan menjebak minyak itu pori-porinya bagus. Kita bor, kita tembak, hasil langsung keluar. Nah jika nan non konvensionsional dia lebih lengket, lebih tight sehingga kudu ada fracture," jelasnya.
Untuk mendukung percepatan pengembangan MNK, PHR telah mendapatkan support penuh dari Kementerian ESDM dan SKK Migas melalui pemberian insentif tambahan. Kebijakan itu dikatakan tertuang melalui Keputusan Menteri ESDM No. 246.K/MG.04/MEM.M/2026 untuk mempercepat pengembangan sumber daya minyak dan gas non-konvensional di Blok Rokan.
"Untuk MNK Rokan, demikian rupa sehingga kita punya fleksibilitas, ada insentif tambahan di situ, ada kemudahan, ada percepatan. Jadi saya terima kasih kepada Kementerian ESDM dan juga SKK Migas nan sudah mendukung penuh untuk kita di MNK ini," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

3 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·