Pertamina dan Boeing Teken MoU Penting, Ini Isinya!

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing untuk menjajaki kesempatan dalam mengembangkan industri bahan bakar penerbangan berkepanjangan (sustainable aviation fuel/SAF) di Tanah Air.

Kesepakatan tersebut bermaksud mendukung upaya Indonesia dalam melakukan dekarbonisasi pada sektor penerbangan dan melangkah menuju emisi nol bersih (net-zero emissions).

Kedua perusahaan bakal konsentrasi untuk mengidentifikasi sumber bahan baku (feedstock), mengembangkan teknologi SAF, serta mendukung pengembangan kebijakan mengenai SAF.

"Kami percaya kerjasama ini bakal mempercepat pengembangan industri SAF nan kompetitif, serta menciptakan nilai nan lebih besar bagi perekonomian Indonesia," ujar CEO Pertamina, Simon Aloysius Mantiri dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026).

Direktur Utama Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi pemimpin regional dalam sektor penerbangan berkelanjutan.

Boeing memproyeksikan lampau lintas penumpang di Asia Tenggara bakal tumbuh sekitar 7% setiap tahunnya hingga 2044, nan memicu permintaan terhadap nyaris 4.900 pesawat baru. Dia berambisi mengambil SAF dapat membantu memangkas emisi penerbangan.

Sebelumnya Pertamina meluncurkan beberapa inisiatif SAF, termasuk produksi dan sertifikasi SAF, penggunaan SAF oleh anak perusahaannya ialah Pelita Air, serta proyek Cilacap Biorefinery untuk memproduksi SAF menggunakan minyak goreng jejak (jelantah) dan bahan baku limbah berkepanjangan lainnya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya