ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran Booth Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, menjadi salah satu corak support PT Pertamina (Persero) dalam mendorong produk upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin dikenal luas, berkekuatan saing, dan bisa naik kelas.
Salah satu produk nan mencuri perhatian visitor adalah "Tas Karakter Eksklusif" berbentuk tabung Bright Gas 5 kg warna fuchsia. Produk kerjasama tersebut tidak hanya menjadi ikon baru nan viral di media sosial, tetapi juga diburu konsumen hingga memicu kejadian jasa titip alias jastip selama gelaran Jakarta Fair 2026.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap tas karakter Bright Gas menunjukkan bahwa aktivasi promosi perusahaan dapat dikembangkan menjadi ruang kerjasama nan berakibat lebih luas. Menurutnya, produk nan viral di Jakarta Fair tersebut bukan hanya memperkuat kedekatan Pertamina dengan konsumen, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi UMKM bimbingan nan terlibat di dalamnya.
"Pertamina terus mendorong agar setiap aktivasi brand tidak hanya berakhir pada aspek promosi, tetapi juga menghadirkan faedah nan lebih nyata bagi masyarakat. Melalui Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, kami mau menunjukkan bahwa kreativitas, produk jasa Pertamina, dan pemberdayaan UMKM dapat melangkah beriringan. Tas karakter Bright Gas nan mendapat respons sangat positif dari masyarakat menjadi contoh gimana produk promosi dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM bimbingan untuk memperoleh akses pasar nan lebih luas," ujar Baron dalam siaran persnya, Kamis (9/7/2026).
Baron menambahkan, pelibatan UMKM dalam rantai pasok Bright Store by Pertamina merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari hulu hingga hilir. Tidak hanya melalui produk tas nan diproduksi UMKM binaan, tetapi juga melalui keterlibatan UMKM pangan lokal sebagai bagian dari isi paket nan diterima konsumen.
"Kami mau produk UMKM lokal semakin dikenal luas dan menjadi lebih VOKAL. Karena itu, Pertamina tidak hanya menyediakan ruang promosi, tetapi juga membangun ekosistem agar produk bimbingan dapat masuk ke kebutuhan pasar nan lebih konkret. Ketika satu produk menjadi viral, dampaknya diharapkan tidak berakhir pada peningkatan transaksi, tetapi juga bergerak ke peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan kapabilitas usaha," kata Baron.
Tas karakter Bright Gas tersebut diproduksi oleh PT Glory Nine Degrees, UMKM lokal asal Kota Bandung nan merupakan mitra bimbingan Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation. Tingginya antusiasme pasar terhadap produk tersebut membikin pesanan melonjak hingga mendorong penambahan kuota produksi sekitar 10 persen dari perencanaan awal.
Founder PT Glory Nine Degrees, Sandiani, mengungkapkan bahwa proyek kerjasama berbareng Pertamina memberikan akibat besar terhadap aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di sekitar workshop mereka. Untuk menjaga kesiapan stok, operasional produksi ditingkatkan menjadi 18 jam sehari nan dibagi ke dalam dua shift kerja.
"Masyaallah, proyek ini membikin para tetangga sekitar workshop nan tadinya kurang produktif sekarang bisa mempunyai penghasilan. Bahkan, anak-anak usia SMA nan sedang libur sekolah kami libatkan di bagian finishing dan packaging. Mereka jadi jauh lebih produktif dan mendapatkan bayaran sendiri. Kami juga membagi porsi jahitan lapis luar kepada ekosistem konveksi tetangga nan sedang sunyi orderan, tentunya dengan pengawasan QC nan ketat sesuai standardisasi kami," ungkap Sandiani.
Tidak hanya mendorong pertumbuhan produksi tas, viralnya paket Bright Store by Pertamina juga membuka kesempatan bagi UMKM lain nan terlibat dalam rantai pasok. Salah satunya Susnukuma, produsen kue sus kering eksklusif asal Kota Bandung nan produknya terpilih menjadi salah satu isian camilan lokal unggulan di dalam paket tas Bright Gas tersebut.
Owner Susnukuma, Aniasuti, menceritakan bahwa pesanan dalam jumlah besar untuk kebutuhan Jakarta Fair 2026 menjadi kesempatan krusial bagi upaya nan telah dirintisnya sejak 2011 dan konsentrasi pada produk sus kering sejak 2016. Saat ini, Susnukuma didukung oleh enam orang tenaga kerja tetap nan seluruhnya merupakan penduduk sekitar, terutama ibu rumah tangga, orang tua tunggal, serta remaja lulusan baru SMA.
"Bagi kami, pesanan massal dari Pertamina untuk agenda besar seperti PRJ ini adalah kesempatan nan sangat kami syukuri. Di saat pesanan melonjak tinggi, kami apalagi bisa menyerap hingga 20 orang tenaga kerja musiman dari lingkungan sekitar rumah. Melalui proyek sinergi ini, kami bisa memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu agar mereka lebih produktif secara ekonomi," tutur Aniasuti.
Sinergi antara Pertamina Holding, Subholding Downstream Pertamina Patra Niaga, serta kegunaan SMEPP dalam mengurasi produk UMKM untuk masuk ke dalam paket Bright Store menunjukkan bahwa promosi korporasi dapat dirancang sebagai ruang pemberdayaan nan berakibat langsung. Melalui pendekatan ini, UMKM tidak hanya mendapatkan kesempatan berjualan, tetapi juga memperoleh eksposur nan lebih luas, peningkatan volume produksi, serta kesempatan untuk memperkuat kapabilitas usahanya.
Dari sisi kualitas dan inovasi, Glory Nine Degrees telah mengembangkan proses kreasi berbasis animasi tiga dimensi alias 3D sehingga proses persetujuan produk dapat dilakukan secara digital, lebih efisien, dan tidak selalu berjuntai pada sampel fisik. UMKM ini juga menerapkan standardisasi produksi dan tahapan quality control untuk memastikan produk nan dikirimkan sesuai dengan standar nan dibutuhkan.
Sementara itu, Susnukuma terus mengembangkan penemuan bungkusan nan lebih modern, mulai dari single pack, stoples family pack, hingga hampers, dengan beragam jenis rasa.
"Kami sangat terbantu oleh Pertamina. Sebagai UMKM kecil, kami tidak mempunyai tim pemasaran unik dan semuanya seringkali dirangkap sendiri. Namun sejak didampingi Pertamina pasca-pandemi, kami diajarkan pemasaran digital, difasilitasi pagelaran di mall besar, hingga dibantu menembus jaringan retail modern. Bahkan sekarang, konsentrasi upaya kami sukses melompat ke sektor B2B dengan menerima maklun alias white label untuk beragam mitra strategis," tambah Aniasuti.
Berkat pendampingan intensif, literasi bisnis, dan keterlibatan dalam beragam program pembinaan Pertamina, para UMKM bimbingan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Glory Nine Degrees, misalnya, mencatatkan kenaikan omzet nan konsisten berkisar 30 hingga 40 persen setiap tahunnya dan telah menjangkau pasar luar negeri seperti Belanda, Amerika Serikat, dan Timor Leste, serta bersiap menembus pasar pengadaan di Jepang.
Baron menegaskan, Pertamina bakal terus memperkuat support terhadap UMKM melalui pembinaan, pendampingan, serta pembukaan akses pasar nan relevan dengan kebutuhan industri dan konsumen. Menurutnya, keberhasilan produk UMKM bimbingan di Jakarta Fair 2026 menjadi bukti bahwa ketika UMKM diberi ruang, kualitas produk lokal bisa bersaing dan diterima masyarakat secara luas.
"Bagi Pertamina, keberhasilan ini menjadi dorongan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan nan berkelanjutan. Kami percaya UMKM mempunyai peran krusial dalam memperkuat ekonomi nasional. Karena itu, Pertamina bakal terus membuka ruang kerjasama agar semakin banyak UMKM bimbingan nan dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan faedah bagi masyarakat di sekitarnya," tutup Baron.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·