Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina EP sukses memonetisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti di Jambi, menandai penjualan gas pertama dari Field Jambi dalam nyaris satu dekade.
Hal ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi stranded gas sekaligus memperkuat ketahanan daya nasional dan membuka kesempatan investasi baru di Provinsi Jambi.
Lapangan Sengeti mempunyai persediaan gas sebesar 14,76 miliar standar kaki kubik (BSCF) dengan volume perjanjian penjualan sekitar 13,4 BSCF nan direncanakan bakal disalurkan selama tujuh tahun.
Melalui proses pemilihan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pembeli gas setelah memenuhi kriteria pertimbangan nan telah ditetapkan.
Nilai penjualan gas secara bruto diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,6 triliun sepanjang masa kontrak. Nilai tersebut bakal memberikan kontribusi ekonomi melalui sistem bagi hasil migas, pajak, dan ketentuan fiskal nan berlaku.
General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Mefredi mengatakan, selain menghasilkan nilai ekonomi dari lapangan tersebut, proyek ini menjadi pilot project pengembangan stranded gas di Field Jambi, sekaligus menjadi referensi bagi percepatan komersialisasi lapangan-lapangan gas lainnya, seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, hingga Meruap.
"Pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, proses pemilihan dan penetapan pembeli, hingga proses pengajuan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga Gas kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas, diharapkan menjadi pembelajaran krusial dalam mempercepat pengembangan potensi gas nan selama ini belum termanfaatkan," tuturnya, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Proyek Sengeti juga diharapkan bisa memberikan pengaruh domino bagi perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya kesempatan upaya bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah operasi, terutama pada tahap bangunan maupun operasional. Pemerintah wilayah juga dilibatkan dalam pengembangan proyek melalui koordinasi mengenai perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah.
Mefredi mengatakan, keberhasilan monetisasi Sengeti menjadi awal dari strategi jangka panjang Pertamina EP dalam mengembangkan stranded gas di Jambi.
"Saat ini perusahaan juga tengah mempercepat proses komersialisasi beberapa lapangan lain, di antaranya Sungai Gelam nan saat ini sedang menunggu Penetapan Alokasi dan Harga serta izin prinsip tie in, Puspa dan Puspa Asri nan sedang diajukan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga kepada Menteri ESDM, serta Simpang Tuan nan tetap dalam tahap pematangan aspek teknis dan keekonomian," jelasnya.
Melalui keberhasilan ini, Mefredi memastikan Pertamina EP berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya migas nasional secara berkelanjutan.
"Monetisasi Lapangan Sengeti tidak hanya menjadi keberhasilan penjualan gas pertama setelah nyaris satu dasawarsa di Field Jambi, tetapi juga menjadi fondasi bagi percepatan pengembangan stranded gas lainnya guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan daya Indonesia," tandasnya.
Lebih jauh, Rahmat Keslani selaku Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan mengatakan keberhasilan Lapangan Sengeti membuka kesempatan pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi.
"Semakin banyak lapangan gas nan sukses dikomersialkan, semakin besar pula kesempatan hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan prasarana daya nan dapat meningkatkan daya saing daerah," katanya.
Dalam mendukung program swasembada daya nasional, gas dari lapangan Sengeti dimanfaatkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk memenuhi kebutuhan pengguna industri dan pembangkit listrik, termasuk di wilayah Batam, serta sektor strategis lainnya.
(wia)
Addsource on Google

4 hari yang lalu
14







English (US) ·
Indonesian (ID) ·