Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Wilayah Ini

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah pesawat kargo Boeing 737 nan terdaftar di Pakistan dengan lima awak di dalamnya dilaporkan lenyap kontak dengan pengatur lampau lintas udara pada Selasa (7/7/2026) malam setelah melaporkan gangguan pada sistem navigasi saat dalam perjalanan menuju Karachi. Otoritas penerbangan Pakistan sekarang mengerahkan operasi pencarian dan pengamanan besar-besaran di laut untuk menemukan pesawat tersebut.

Menurut Otoritas Bandara Pakistan (Pakistan Airports Authority/PAA), pesawat kargo milik K2 Airways itu berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi ketika mengalami masalah teknis di udara.

Data awal pencarian penerbangan menunjukkan pesawat kargo Boeing 737 nan telah berumur 27 tahun tersebut diduga jatuh ke laut di sebelah barat daya Karachi setelah mengalami perubahan ketinggian nan sangat tajam sebelum akhirnya memasuki fase penurunan ekstrem. Informasi itu diperoleh dari jasa pencari penerbangan Flightradar24.

PAA menyatakan beragam lembaga telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan pengamanan secara terkoordinasi di wilayah laut guna menemukan pesawat nan hilang.

Maskapai K2 Airways juga mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan seluruh lembaga pemerintah nan terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.

"Kami terus memanjatkan angan dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami," tulis operator pesawat itu melalui akun FB resminya.

Hingga buletin ini ditulis, Boeing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai kejadian tersebut.

Hilang Kontak Tiga Menit Setelah Lapor Gangguan

Dilansir Reuters, otoritas airport Pakistan menjelaskan pesawat pertama kali melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat ketika sedang terbang menuju Karachi.

Pengatur lampau lintas udara setempat kemudian berupaya memberikan pedoman kepada awak pesawat. Namun, hanya tiga menit kemudian radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara sigap dan seluruh komunikasi terputus.

Saat lenyap kontak, pesawat berada sekitar 155 mil laut alias sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi.

Data penerbangan dari Flightradar24 menggambarkan menit-menit terakhir penerbangan nan tidak biasa.

Pesawat dilaporkan sempat turun sekitar 5.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, kemudian kembali naik sekitar 6.000 kaki hanya dalam waktu 30 detik sebelum akhirnya memasuki penurunan tajam dari ketinggian 36.550 kaki.

Titik info terakhir nan dikirim pesawat menunjukkan ketinggian tinggal sekitar 1.100 kaki di atas permukaan laut dengan laju penurunan mencapai minus 22.400 kaki per menit alias sekitar 400 kilometer per jam. Angka tersebut dinilai sebagai tingkat penurunan nan sangat curam dan tidak normal.

"Kapanpun Anda memandang sesuatu nan seekstrem itu, tentu perihal tersebut langsung menarik perhatian. Namun tetap terlalu awal untuk menyimpulkan apa artinya sebelum tersedia info nan lebih lengkap," kata konsultan keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse.

Pesawat nan lenyap merupakan bagian dari family Boeing 737 generasi lama dan dua generasi lebih tua dibandingkan jenis Boeing 737 MAX nan sempat menjadi sorotan bumi akibat krisis keselamatan penerbangan beberapa tahun lalu.

Pesawat tersebut menggunakan mesin buatan CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace dari Amerika Serikat dan Safran dari Prancis.

Berdasarkan info Flightradar24, Boeing 737-400 tersebut pertama kali dikirim sebagai pesawat penumpang kepada maskapai Rusia Aeroflot pada 1999 sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012.

Pesawat itu merupakan satu-satunya armada nan dimiliki K2 Airways dan mulai beraksi berbareng maskapai tersebut pada 2024. Sebelum penerbangan terakhirnya menuju Karachi, pesawat tersebut tercatat belum kembali terbang sejak 28 Juni lalu.

Apabila nantinya terdapat korban jiwa nan dikonfirmasi secara resmi, kejadian ini bakal menjadi kecelakaan penerbangan fatal pertama di Pakistan sejak 2020. Saat itu, pesawat Airbus A320 milik Pakistan International Airlines jatuh sebelum mencapai landasan pacu di Karachi dan menewaskan 97 orang.

Investigasi terhadap kecelakaan tersebut menyimpulkan bahwa para pilot terdistraksi oleh pembicaraan mengenai pandemi Covid-19 sehingga kandas melakukan prosedur pendaratan dengan benar.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya