Pesawat Jatuh di Dekat Situs Wisata Terkenal, Semua Penumpang Tewas

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 13 orang tewas setelah sebuah pesawat wisata jatuh di wilayah selatan Peru, dekat area terkenal Nazca Lines, Sabtu (1/8/2026). Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan meninggal bumi dalam kecelakaan nan sekarang tengah diselidiki oleh otoritas setempat.

Polisi Peru melaporkan kecelakaan terjadi di Pueblo Viejo, sekitar 6 kilometer dari Kota Nazca dan sekitar 12 kilometer dari situs Nazca Lines nan menjadi salah satu lokasi wisata paling terkenal di negara tersebut.

Dilansir The Guardian, otoritas setempat di Nazca mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri dari 11 visitor asing dan dua awak pesawat. Pesawat nan mengalami kecelakaan adalah Cessna Grand Caravan nan digunakan untuk penerbangan wisata mengelilingi area Garis Nazca dari udara.

Para penumpang diketahui berasal dari beragam negara Eropa. Korban terdiri dari tujuh penduduk Italia, dua penduduk Jerman nan diyakini merupakan pasangan, serta dua penduduk Spanyol.

Sementara itu, pilot dan kopilot nan turut menjadi korban tewas masing-masing berjulukan Americo Salazar Cuellar dan Irenka Del Carpio.

Menurut laporan polisi, pesawat berangkat dari Kota Pisco sekitar pukul 13.00 waktu setempat untuk melakukan penerbangan wisata di atas Garis Nazca. Namun hanya beberapa menit setelah lepas landas, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas lampau lintas udara.

Pesawat kemudian dilaporkan jatuh sekitar pukul 13.20 waktu setempat. Hingga sekarang penyebab pasti kecelakaan belum diketahui.

Pihak berkuasa setempat telah membuka penyelidikan guna mengetahui aspek nan menyebabkan pesawat tersebut jatuh.

"Kami memperoleh info bahwa 11 penumpang dan dua awak pesawat telah meninggal dunia," kata Mayor Polisi Jorge Andrade kepada wartawan di letak kejadian.

Ia menegaskan tidak ada korban nan selamat dalam kejadian tersebut.

"Mengingat parahnya kecelakaan ini, tidak ada korban nan selamat. Sejauh ini kami telah mengevakuasi empat jenazah," tambah Andrade.

Kecelakaan maut ini menambah daftar panjang kejadian penerbangan wisata nan pernah terjadi di area Nazca LInes. Situs warisan bumi UNESCO tersebut setiap tahun menarik ratusan ribu visitor nan mau memandang langsung pola-pola raksasa di gurun Nazca dari udara.

Berbagai operator penerbangan bersaing menawarkan jasa wisata udara untuk menyaksikan garis-garis ikonik nan diperkirakan berasal dari periode tahun 200 hingga 700 Masehi.

Namun, selama bertahun-tahun muncul kekhawatiran serius mengenai keselamatan penerbangan serta kondisi pemeliharaan pesawat nan digunakan dalam jasa wisata tersebut.

Pada 2022, kecelakaan pesawat mini di area nan sama menewaskan tujuh orang, termasuk dua penduduk Chile dan tiga penduduk Belanda.

Sebelumnya pada Oktober 2010, empat visitor asal Inggris dan dua awak pesawat asal Peru meninggal bumi ketika pesawat mini nan dioperasikan AirNasca jatuh setelah melakukan penerbangan di atas Garis Nazca.

Masih pada tahun nan sama, tiga penduduk Chile dan empat penduduk Peru juga tewas setelah sebuah pesawat Cessna 206 mengalami kecelakaan.

Sementara pada April 2008, lima visitor asal Prancis meninggal bumi dalam kecelakaan pesawat lainnya di area tersebut, meskipun pilot sukses selamat.

Pemerintah Kota Nazca menyatakan bahwa investigasi atas kecelakaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab otoritas penerbangan nan berwenang.

"Dalam penyelidikan kecelakaan ini dan pengawasan terhadap operasi penerbangan merupakan tanggung jawab otoritas nan berwenang, nan bakal menentukan penyebab dan menetapkan tanggung jawab sesuai dengan hukum," kata Pemerintah Kota Nazca dalam pernyataannya pada Sabtu.

Kementerian Pariwisata Peru juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut.

Nazca Lines sendiri merupakan kumpulan gambar raksasa nan terukir di gurun Peru dan hanya dapat terlihat secara utuh dari udara. Bentuk-bentuk nan tergambar mencakup burung kolibri, monyet, paus, dan beragam pola lainnya nan selama bertahun-tahun menjadi daya tarik utama visitor dari seluruh dunia.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya