Petaka Kekeringan Hantam Tangsel, Air Sumur Sampai Keruh-Warga Merana

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Warga Kampung Koceak, Tangsel, mengantre support air bersih akibat kekeringan. Sumur mengering dan keruh, sementara BPBD telah menyalurkan 19.000 liter air.

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Warga kampung Koceak Kelurahan Keranggan, Kota Tangerang Selatan, mulai merasakan akibat kekeringan nan melanda wilayahnya selama sekitar sebulan bulan terakhir. Menurunnya debit air tanah membikin sumur penduduk tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari secara optimal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Salah seorang warga, Juanda (54), mengatakan sumur di rumahnya tetap mengeluarkan air, namun kondisinya keruh lantaran kedalamannya hanya sekitar delapan meter. Padahal, menurutnya, sumur dengan kedalaman sekitar 12 meter umumnya menghasilkan air nan lebih layak digunakan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

"Kondisi air sekarang keruh. Airnya hanya cukup untuk mandi dan mencuci piring. Untuk mencuci busana kudu betul-betul dihemat, biasanya hanya pagi dan sore," ujar Juanda kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Selama ini, family Juanda mengandalkan air sumur untuk kebutuhan harian. Namun, akibat kualitas air nan menurun, dia kudu membeli air galon seharga Rp6.000 per hari untuk kebutuhan memasak dan minum. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Selain menghemat penggunaan air, Juanda mengaku telah tiga kali mengantre support air bersih nan didistribusikan kepada warga. Dalam sekali pengambilan, dia membawa sekitar 10 ember jejak cat nan kemudian dipikul menuju rumah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Meski support air bersih telah disalurkan, menurutnya jumlah tersebut tetap belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga. Proses pengangkutan air nan kudu dilakukan secara berulang juga menjadi tantangan tersendiri. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

"Air bantuannya tetap kurang lantaran kudu bolak-balik mengangkut ember ke rumah," katanya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Sementara itu, info nan didapat CNBC Indonesia dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan telah menyalurkan support air bersih kepada penduduk terdampak sejak 8 hingga 14 Juli 2026. Distribusi dilakukan di tiga titik di Kelurahan Keranggan dengan total penerima sebanyak 55 kepala keluarga. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengambil air bersih di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Selasa, (14/7/2026).

Selama masa penyaluran tersebut, BPBD mendistribusikan sekitar 19.000 liter air bersih guna membantu memenuhi kebutuhan dasar penduduk nan terdampak kekeringan. Warga berambisi pengedaran air bersih dapat terus dilakukan hingga kondisi sumber air tanah kembali normal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya