Petaka Timpa Korea Selatan, Mulai Makan Korban Jiwa

17 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan ekstrem mengguyur wilayah selatan Korea Selatan dengan curah nyaris 1 meter sejak Sabtu (16/8/2026). Kondisi tersebut memicu tanah longsor di Kota Geoje, Provinsi Gyeongsang Selatan, nan menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.

Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan menyebut curah hujan di Geoje mencapai sekitar 800 milimeter selama akhir pekan. Hingga Senin pukul 18.00 waktu setempat, total akumulasi hujan apalagi mencapai 912 milimeter.

Sementara itu, tanah longsor dilaporkan menghantam sebuah gedung apartemen di Geoje. Polisi dan petugas pemadam kebakaran mengevakuasi tiga penghuni, tetapi salah satunya ditemukan dalam kondisi henti jantung dan kemudian dinyatakan meninggal bumi di rumah sakit, menurut laporan Yonhap.

Dua orang lainnya terluka di Geoje, sementara dua korban lain mengalami luka di kota-kota sekitar. Yonhap melaporkan Geoje mencatat curah hujan 805,7 milimeter sejak Sabtu hingga Senin pukul 08.00, sedangkan Kota Tongyeong mencapai 671,9 millimeter.

Hujan deras juga memaksa sekitar 390 penduduk mengungsi dan menyebabkan pemadaman listrik nan berakibat pada sekitar 3.580 rumah. Sebanyak 12 sekolah dan taman kanak-kanak turut dilaporkan terendam banjir.

Pejabat cuaca nan dikutip Korea Herald mengatakan Provinsi Gyeongsang Selatan menerima curah hujan setara total curah hujan sepanjang musim panas hanya dalam dua hari. Geoje dan Tongyeong juga mencatat rekor curah hujan harian tertinggi.

Perdana Menteri Han Seong-sook menginstruksikan polisi, petugas pemadam kebakaran, dan otoritas mengenai mengerahkan seluruh keahlian untuk mengevakuasi penduduk nan terjebak serta masyarakat nan berada di wilayah berisiko. Petugas juga menerima puluhan panggilan mengenai kerusakan dan kecelakaan akibat hujan ekstrem.

Hujan monsun turut memicu banjir di Filipina, dengan sedikitnya 23 orang tewas dan sekitar 5 juta penduduk terdampak. Hampir 25.000 orang tetap berada di tempat pengungsian, sementara di Kota Baguio, sedikitnya 10 orang termasuk anak-anak tewas setelah rumah mereka tertimbun longsor pada 9 Agustus.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya