Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bakal memulai operasional tahap awalnya di Jakarta. Adapun rencana pengembangan PFII di Bali tetap dalam tahap evaluasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menetapkan letak awal PFII di Jakarta agar pusat finansial internasional tersebut bisa segera beroperasi.
"Sudah (lokasi sudah ditentukan), tahap awal di Jakarta," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Detikcom, Kamis (20/8/2026).
Meski demikian, Airlangga belum mengungkapkan letak spesifik nan bakal digunakan sebagai instansi awal PFII.
Sementara itu, rencana pembangunan PFII di Bali tetap terus dikaji pemerintah. Menurut Airlangga, salah satu letak nan sedang dievaluasi berada di lahan milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Bali dalam evaluasi, di salah satu letak milik Danantara," ujarnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, mengungkapkan argumen di kembali pemilihan letak Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), ialah Jakarta dan Bali.
Menurutnya, Jakarta sebagai letak awal didasari oleh kemauan Presiden Prabowo Subianto agar kelembagaan ini bisa langsung beroperasi.
"Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu, kenapa? Karena Bapak Presiden mau ini semua langsung kerja, ada momentumnya ya," ujar Rosan usai konvensi pers di Kantor DJP, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Adapun Bali, Rosan mengatakan pembangunan PFII di sana memerlukan waktu untuk proses pembangunannya, termasuk pembangunan prasarana fisik. Namun, Bali dipilih lantaran mempunyai daya tarik nan kuat di mata para penanammodal global.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

3 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·