ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Capaian ini ditandai melalui seremoni injeksi pertama polimer nan diselenggarakan di Ruang Serbaguna RDTX Square.
Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek ini telah melalui rangkaian kajian dan pertimbangan nan komprehensif, mencakup studi subsurface, kajian laboratorium, kreasi engineering dan operasional offshore, serta kajian keekonomian dan manajemen risiko. CEOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses assessment dan review nan melibatkan para mahir EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina, guna memastikan kesiapan penerapan dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan.
CEOR di Lapangan Rama tidak hanya penemuan nan berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh info operasional, pembelajaran teknis, serta pengesahan keahlian teknologi sebagai landasan pengembangan penerapan CEOR secara full field pada masa mendatang. Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding diterapkan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan sweep efficiency, sehingga minyak nan sebelumnya susah diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi secara lebih optimal.
Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan recovery factor tahap lanjut pada lapangan-lapangan minyak nan telah memasuki fase mature.
"Lapangan mature bukan aset nan selesai, namun memerlukan penemuan dan pendekatan baru. Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Eecovery (CEOR), kita sedang memberikan "terapi" baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun tetap bisa berkontribusi besar bagi ketahanan daya nasional," kata Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (10/7/2026).
Injeksi polimer di Lapangan Rama ini merupakan simbol transformasi langkah berpikir. Ketahanan daya nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan persediaan baru, namun dengan memaksimalkan setiap aset, melalui penerapan penemuan dan teknologi.
"Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah langkah kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan daya tetap tersedia. Amanah untuk memperkuat ketahanan daya nasional. Amanah untuk memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia," lanjut Simon.
Sementara itu, Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan injeksi perdana polimer nan dilakukan PHE OSES di Lapangan Rama ini merupakan penemuan CEOR offshore pertama di Indonesia.
"Momen ini menandai tonggak krusial dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas lepas pantai nan telah memasuki fase mature. Kami berambisi CEOR bisa memberikan hasil recovery factor nan baik, dan berakibat pada meningkatnya lifting minyak nasional," kata Djoko.
PHE OSES menargetkan faedah penuh dari proyek ini dapat direalisasikan hingga tahun 2030. Keberhasilan penerapan CEOR ini diharapkan menjadi referensi krusial bagi pengembangan teknologi EOR dan membuka kesempatan penerapan teknologi chemical EOR di lapangan-lapangan lepas pantai lainnya di Indonesia, sehingga mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan daya nasional.
Bagi Pertamina Group, penerapan CEOR ini menunjukkan komitmen Perusahaan dalam menghadirkan penemuan teknologi nan andal, selamat, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan daya nasional.
(bul/bul)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·