Pidato Perdana Pemimpin Baru Hamas Khalil al-Hayya: Janji Bangun Kembali Gaza

1 jam yang lalu 3
 Janji Bangun Kembali Gaza Khalil al-Hayya.(Al Jazeera)

PEMIMPIN baru Hamas, Khalil al-Hayya, menyampaikan pidato televisi perdananya nan ditujukan kepada rakyat Palestina. Dalam pidato tersebut, dia berjanji untuk membangun kembali Jalur Gaza, meringankan penderitaan warganya, membebaskan tahanan politik di Israel, serta menyatukan Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem dalam satu negara Palestina nan merdeka.

Tampil dengan setelan jas dan kemeja terbuka tanpa dasi, berlatar belakang bendera Palestina dan Hamas, al-Hayya berbincang melalui saluran TV Al-Aqsa milik Hamas pada Rabu (22/7) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa kelompoknya bakal melawan segala upaya untuk mengusir penduduk Palestina dari Gaza dan menyampaikan terima kasih kepada negara-negara nan berupaya menghentikan perang.

Al-Hayya terpilih oleh Dewan Syura Umum pada Senin (20/7) sebagai kepala biro politik Hamas nan baru, mengungguli mantan pemimpin politik Khaled Meshaal dalam pemungutan bunyi putaran kedua. Ia menggantikan Yahya Sinwar nan tewas dalam operasi militer Israel di Gaza pada tahun 2024.

Prioritas Utama Hamas di Bawah Kepemimpinan Al-Hayya

Dalam pidatonya, al-Hayya menetapkan beberapa poin krusial nan menjadi prioritas kelompoknya ke depan:

1. Penegasan Negara Palestina nan Bersatu

Al-Hayya menyatakan tujuan utama Hamas adalah mewujudkan negara Palestina nan mencakup Gaza dan Tepi Barat nan diduduki Israel, dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya. "Komitmen utama kami adalah melanjutkan jalan nan sama, mengibarkan panji hingga berkibar di atas Masjid Al-Aqsa dan tanah Palestina nan bebas," tegasnya.

2. Janji Rekonstruksi Gaza

Ia berjanji bahwa Hamas bakal bekerja keras untuk memulihkan kehidupan nan layak bagi masyarakat Gaza. Al-Hayya menekankan bahwa rekonstruksi adalah kewenangan inheren rakyat Palestina dan tidak boleh dikaitkan dengan konsesi politik apa pun. "Kami memahami sungguh besar penderitaan kalian nan tinggal di tenda-tenda dan tempat penampungan darurat," ujarnya kepada penduduk Gaza.

3. Pembebasan Tahanan

Al-Hayya berjanji untuk bekerja membebaskan para tahanan Palestina nan ditahan oleh Israel, mengakhiri penderitaan mereka, dan memberikan kehidupan nan layak atas pengorbanan nan telah mereka lakukan selama ini.

4. Stabilitas Regional

Ia memperingatkan organisasi internasional bahwa stabilitas di Timur Tengah tidak bakal pernah tercapai tanpa keadilan bagi rakyat Palestina. Menurutnya, apa nan terjadi di area saat ini membuktikan bahwa stabilitas rakyat Palestina adalah kunci stabilitas area secara keseluruhan.

Apresiasi untuk Mediator Internasional

Al-Hayya menyampaikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, dan Turkiye atas upaya mediasi mereka untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza. Namun, dia tidak menyebut peran Amerika Serikat dalam pidatonya.

Ia mendesak negara-negara sponsor negosiasi untuk memberikan tekanan nyata kepada pemerintah pendudukan Israel agar mematuhi persyaratan gencatan senjata nan didukung AS nan disepakati pada Oktober 2025, nan menurutnya selama ini diabaikan oleh pihak Israel.

Menutup pidatonya, al-Hayya menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerja keras dan support dari masyarakat bumi nan bersimpati pada Gaza, rakyat Palestina bakal bisa mencapai tujuan kemerdekaan mereka. (Al Jazeera/I-2)

Selengkapnya