PLTS Pulau Sembur Siap Dukung Program PLTS 100 GWp

18 jam yang lalu 1
PLTS Pulau Sembur Siap Dukung Program PLTS 100 GWp Ilustrasi(Dok spesial )

PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pembangunan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapabilitas total mencapai 100 Giga Watt peak (GWp) di beragam wilayah Indonesia. Peresmian nan berjalan di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8), turut menjadi momentum peluncuran sejumlah proyek PLTS, termasuk PLTS Desa berkapasitas 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, nan dikembangkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).

Peresmian Program 100 GWp merupakan bagian dari langkah pemerintah mempercepat pemanfaatan daya bersih sekaligus mewujudkan kemandirian dan kedaulatan daya nasional. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pengembangan kapabilitas daya terbarukan sebagai fondasi menuju ketahanan daya nasional. 

“Dengan 100 GW, kita bakal menjadi bangsa nan betul-betul berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Prabowo di Monumen Operasi, Gilimanuk, Bali, pada Selasa, (25/8).

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, mengutarakan kehadiran PLTS Pulau Sembur menjadi salah satu bentuk nyata visi pemerintah dalam mendorong kemandirian energi, penguatan koperasi, serta pertumbuhan ekonomi desa.

“Hari ini kita menyaksikan visi kemandirian daya mulai terwujud. Pertamina berbareng Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi, dan pemerintah wilayah sukses menghadirkan PLTS 1 MWp di Pulau Sembur, sekaligus memperkuat peran koperasi dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi desa,” ujar Oki.

Sejalan dengan perihal tersebut, Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Haris menilai sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan program PLTS 100 GWp, dengan PLTS Pulau Sembur sebagai salah satu percontohan implementasinya. 

“Kolaborasi perlu terus diperkuat dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk menyukseskan program 100 GWp. Karena kehadiran PLTS membawa faedah nyata bagi masyarakat, seperti di Pulau Sembur nan sekarang dapat menikmati listrik 24 jam,” tegasnya.

PLTS Pulau Sembur sendiri telah melalui tahapan pembangunan secara bertahap. Proyek ini melakukan groundbreaking pada 20 Desember 2025, dilanjutkan dengan dimulainya bangunan pada 13 Maret 2026, hingga akhirnya mencapai tahap commissioning pada 17 Agustus 2026.

PLTS berkapasitas 1 MWp tersebut dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh untuk mendukung kebutuhan daya masyarakat di Pulau Sembur.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, pengembangan PLTS Pulau Sembur dirancang tidak hanya untuk menghadirkan akses daya bersih, tetapi juga menciptakan faedah ekonomi melalui konsep productive use of energy. 

“PLTS Pulau Sembur menjadi contoh gimana daya bersih dapat menjadi penggerak aktivitas produktif masyarakat. Kehadiran listrik nan lebih andal bakal mendukung pengembangan cold storage, ice maker, dan aktivitas ekonomi koperasi serta nelayan,” ujar John.

Melalui pendekatan tersebut, PLTS Pulau Sembur ditargetkan memberikan faedah langsung bagi masyarakat nan sebelumnya belum terhubung dengan listrik dan tetap mengandalkan genset pribadi selama sekitar 3-4 jam pada malam hari.

Proyek ini dirancang untuk melistriki sekitar 200 KK, termasuk 158 rumah, sekaligus mendukung akomodasi umum dan aktivitas produktif masyarakat. Selain penyediaan energi, proyek ini dilengkapi ice maker berkapasitas 4 ton per hari dan cold storage berkapasitas 5 ton untuk mendukung rantai dingin hasil perikanan.

Pemanfaatan PLTS tersebut diproyeksikan menghemat penggunaan BBM hingga sekitar 877 liter per hari alias 320 ribu liter per tahun, dengan potensi penghematan biaya BBM sekitar Rp3,5–5 miliar per tahun. Pengembangan Pulau Sembur menjadi salah satu contoh penerapan pengembangan daya terbarukan nan diarahkan untuk memberikan akibat ekonomi sekaligus memperkuat agenda transisi daya nasional. (E-4)

Selengkapnya