Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan pesan unik kepada Indonesia nan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Albanese menegaskan pentingnya Indonesia bagi Australia. Bahkan, dia menyebut tidak ada hubungan nan lebih krusial bagi negaranya.
"Perdamaian, keamanan, dan stabilitas Australia berjuntai pada keamanan area kita, dan pada gilirannya berjuntai pada Indonesia nan bersatu, stabil, dan berdaulat. Bagi kami, tidak ada hubungan nan lebih penting," kata Albanese dalam pernyataannya dikutip di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Albanese turut menyinggung perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Ia mengatakan, perjuangan tersebut menjadi salah satu titik kembali paling krusial pada abad ke-20. Ia juga mengatakan penduduk Australia bangga negaranya termasuk di antara pihak nan pertama mengakui berdirinya Indonesia sebagai negara nan berdaulat dan merdeka.
"Perjuangan heroik rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan merupakan salah satu titik kembali paling krusial pada abad ke-20," ujarnya.
"Dan rakyat Australia patut berbesar hati bahwa kami termasuk di antara nan pertama mengakui berdirinya Indonesia sebagai negara nan berdaulat dan merdeka," ujarnya menambahkan.
Dalam pernyataannya, Albanese juga menyoroti kedekatan hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan Indonesia menjadi tujuan kunjungan bilateral pertamanya setelah terpilih pada 2022 dan kembali terpilih pada 2025.
Menurut Albanese, keputusan tersebut mencerminkan pentingnya Indonesia sebagai negara tetangga Australia di utara. Albanese kemudian menyinggung perjanjian keamanan Indonesia-Australia alias Indonesia-Australia Treaty on Common Security nan disebutnya sebagai "Jakarta Treaty". Perjanjian tersebut ditandatanganinya berbareng Presiden RI Prabowo Subianto pada awal 2026.
"Perjanjian itu memperjelas bahwa langkah terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas area kita adalah dengan bertindak bersama," kata Albanese.
Ia bilang, Jakarta Treaty juga menegaskan kembali prinsip nan tercantum dalam Perjanjian Lombok 2006 bahwa Australia menghormati integritas wilayah dan kedaulatan Indonesia. Albanese menambahkan sikap tersebut mendapat support bipartisan di parlemen Australia.
"Perjanjian berhistoris ini hanya mungkin terwujud lantaran ikatan antara negara kita lebih kuat dan lebih pasti dari sebelumnya," ujarnya.
Selain menyampaikan selamat atas HUT ke-81 RI, Albanese membuka pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi nan mengguncang wilayah Indonesia bagian timur. Berdasarkan laporan nan disinggung Albanese, sedikitnya 53 orang dilaporkan meninggal bumi dan lebih banyak lagi mengalami luka-luka akibat musibah tersebut.
"Atas nama pemerintah dan rakyat Australia, saya menyampaikan simpati kepada semua nan terdampak peristiwa tragis ini," katanya.
Albanese menegaskan Australia berdiri berbareng pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menghadapi musibah tersebut.
"Kami berdiri berbareng pemerintah Indonesia dan rakyatnya pada masa nan menyedihkan dan susah ini, seperti nan selalu kami lakukan dan bakal selalu kami lakukan," ujarnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

56 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·