Api Terkendali di Bromo, Manggala Agni Lanjutkan Pendinginan

53 menit yang lalu 2
Api Terkendali di Bromo, Manggala Agni Lanjutkan Pendinginan Manggala Agni memadamkan kebakaran rimba dan lahan di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.(Dok. Manggala Agni)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut), terus melakukan pendinginan dan penyisiran area jejak terbakar (mopping up) di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara alias titik api nan kembali memicu kebakaran setelah api  berhasil dikendalikan, Senin (17/8).

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan penanganan kebakaran di Bromo memberikan pelajaran krusial untuk memperkuat pencegahan Karhutla menghadapi musim kemarau. 

“Bromo memberi satu pelajaran penting, api mungkin sudah terkendali tetapi ancaman karhutla belum selesai. Pencegahan kudu diperkuat dari tingkat tapak, dan pengelola area perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat, bukan hanya dalam pencegahan kebakaran tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional," kata dia, Senin (17/8).

Masyarakat, ujarnya, pihak nan paling dekat dengan kawasan sering kali menjadi nan pertama mengetahui adanya gangguan, sekaligus nan paling terdampak ketika terjadi kebakaran. Karena itu, melindungi rimba kudu dilakukan berbareng masyarakat.

Setelah nyaris dua pekan operasi, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), TNI, Polri, BPBD Jawa Timur, relawan, dan masyarakat tetap melakukan pemantauan serta pembasahan pada area jejak terbakar. Pendinginan difokuskan pada titik-titik nan tetap berpotensi menyimpan panas agar bara betul-betul padam dan tidak kembali merambat ke bagian area nan belum terdampak.

Kewaspadaan terhadap kebakaran di Bromo tetap dijaga lantaran kebakaran sebelumnya melanda vegetasi sabana, pinus gunung, pakis, semak belukar, serta lapisan serasah nan cukup tebal. Kondisi tersebut memungkinkan bara memperkuat meskipun kobaran api tidak lagi terlihat. Tim juga mewaspadai pusaran angin lokal (dust devil) nan dapat mengangkat material ringan dan berpotensi membawa bara ke area lain.

Pemerintah pada 2026 memang tengah memperkuat pengendalian karhutla menghadapi musim kemarau, termasuk kesiapan Manggala Agni, penemuan dini, patroli, dan koordinasi lintas sektor. 

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, nan memantau langsung aktivitas melalui apel siaga pengendalian kebakaran hutan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel nan telah bekerja selama nyaris dua pekan dalam operasi tersebut. 

“Hampir dua pekan personel bekerja menghadapi medan dan kondisi kebakaran nan tidak mudah. Terkendalinya api bukan akhir dari pekerjaan. Fokus sekarang memastikan seluruh area jejak terbakar betul-betul kondusif dan tidak ada bara nan kembali menyala. Terima kasih kepada seluruh petugas nan tetap memperkuat sampai fase ini,” tegas Suharyono.

Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, Bambang Setyo Antoko, mengatakan operasi di Bromo memperlihatkan besarnya peran para pihak nan bekerja berbareng Manggala Agni selama penanganan kebakaran. 

“Operasi pemadaman ini memperlihatkan kuatnya gotong royong di lapangan. BBTNBTS, BPBD Jawa Timur, relawan, dan masyarakat membantu suplai air, logistik, akses, hingga info nan dibutuhkan petugas. Dukungan itu sangat berfaedah bagi Manggala Agni nan bekerja di medan kebakaran. Kami mengapresiasi semua pihak nan ikut menjaga Bromo,” ujar Bambang.

Kementerian Kehutanan menempatkan pengendalian karhutla sebagai bagian krusial dari kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk melindungi rimba dan keselamatan masyarakat. 

"Pengalaman penanganan kebakaran di Bromo menjadi bagian dari pertimbangan dan penguatan pencegahan menghadapi musim kemarau, dengan menempatkan penemuan dini, respons cepat, serta kekuatan kerjasama di tingkat tapak sebagai kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi kerusakan ekologis nan lebih luas. Penguatan kesiapan personel dan peralatan Manggala Agni juga menjadi perhatian Menteri Kehutanan dalam menghadapi karhutla 2026," pungkasnya.(H-4)

Selengkapnya