PM Inggris Andy Burnham Sentil FIFA: Piala Dunia Bukan Sebuah Produk

21 jam yang lalu 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengkritik keras FIFA soal rencana pembentukan perusahaan baru pengelola aspek komersial beragam ajang, termasuk Piala Dunia. 

Komentar Burnham muncul setelah FIFA mengonfirmasi rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), entitas baru nan bakal menggabungkan pengelolaan kewenangan komersial dan operasional turnamen-turnamen FIFA.

Proposal tersebut langsung memicu gelombang kritik dari beragam pihak, termasuk UEFA. Melalui akun X miliknya, Burnham menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Izinkan saya mengatakan ini secara langsung. Sepak bola bukan milik investor. Sepak bola adalah milik orang-orang nan memenuhi tribun dan berdiri di pinggir lapangan setiap minggu, dalam kondisi apa pun. Piala Dunia bukanlah sebuah produk," kata Burnham.

"Ini adalah kejuaraan terbesar dalam olahraga dunia, dan tidak pernah menjadi milik siapa pun untuk dijual. Anda bisa mempercantik kesepakatan itu sesuka Anda. Begitu Anda menjual sebagainya, Anda telah mengingkari prinsip Anda. Sepak bola adalah milik para penggemar. Selalu begitu, dan bakal selalu begitu," ucap Burnham menambahkan.

[Gambas:Twitter]

Rencana FIFA itu menyebut bahwa Thrive Eternal, perusahaan nan dibentuk pada April tahun ini dan mempunyai hubungan dengan family besar Presiden Amerika Serikat Donald Trump, diproyeksikan memimpin golongan penanammodal untuk FFE.

FIFA menegaskan pembentukan FFE tidak bakal mengurangi kewenangan. FIFA akan tetap memegang otoritas eksklusif atas tata kelola sepak bola, penyelenggaraan kompetisi, almanak pertandingan, serta seluruh keputusan regulasi.

Namun, penjelasan tersebut belum bisa meredam kritik. UEFA menjadi salah satu pihak nan paling vokal menentang proposal tersebut. Ini semakin memperuncing konfrontasi UEFA dengan FIFA.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/jal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya