abid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) didampingi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon (kiri), memberikan keterangan pers(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.)
POLDA Metro Jaya memperkuat pengamanan dengan membentuk tim serangan pencegahan mengenai narasi di media sosial soal peningkatan kemanan di mal dengan pagar menjelang Agustus 2026.
"Polda Metro Jaya belum menerima surat pemberitahuan mengenai rencana aksi. Meski demikian, kami tetap melakukan pemantauan di ruang digital melalui Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse Kriminal Umum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Jumat (31/7).
Polda Metro Jaya, kata dia, mencermati beragam selebaran (flyer) dan rayuan di media sosial untuk mendalami perihal tersebut sebatas narasi media sosial alias potensi bakal ada aksi.
"Analisis perkiraan intelijen juga terus diperbarui secara berkala," sambung Budi.
Kapolda Metro Jaya menginstruksikan agar tim preventive strike dibentuk. Tim ini, kata dia, melibatkan seluruh direktorat operasional di Polda Metro Jaya.
"Apabila ada kelompok-kelompok nan mencoba membikin kerusuhan alias menciptakan situasi tidak kondusif di wilayah norma Polda Metro Jaya, termasuk wilayah penyangga, kami bakal melakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur," sambung dia.
Selain itu, dia menyebut Polda Metro Jaya bakal menggencarkan Patroli terutama di titik-titik perbatasan dan wilayah penyangga, seperti Bekasi dan Depok nan berbatasan dengan Jawa Barat, serta Tangerang nan berbatasan dengan Banten.
Ia memastikan saat ini situasi kamtibmas di wilayah norma DKI Jakarta dan sekitarnya tetap dalam kondisi kondusif dan terkendali. (Ant/H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·