Polisi Kantongi Identitas Pembacok Pelajar di Palmerah

1 jam yang lalu 3
Polisi Kantongi Identitas Pembacok Pelajar di Palmerah Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, AKP George Ruben saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).(ANTARA/Risky Syukur)

KEPOLISIAN Resor Metro Jakarta Barat telah mengantongi identitas empat orang terduga pelaku pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial DS (16) di Jalan Kali Sekretaris, dekat SMP Negeri 101 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Senin (27/7).

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, AKP George Ruben, menegaskan pihak kepolisian terus bergerak di lapangan guna menangkap para pelaku nan terlibat dalam tindakan penganiayaan biadab tersebut.

"Benar kami sudah mengantongi empat identitas dari para-para pelaku. Saat ini tetap dalam pengejaran,” kata George kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7).

Hingga saat ini, tim campuran tetap terus melakukan serangkaian penyelidikan intensif untuk mengungkap seluruh pihak nan terlibat. Dalam proses pengusutan, petugas telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) berbareng Unit Reskrim Polsek Palmerah serta mengumpulkan beragam bukti petunjuk.

“Kami melakukan olah TKP berbareng Unit Reskrim Polsek Palmerah dan mendapati beberapa CCTV nan kami ambil, juga keterangan para saksi nan berada di TKP,” ujar George.

Sebelumnya, DS, seorang siswa kelas 11, menderita luka parah di bagian kepala setelah diserang sekelompok orang nan diduga sesama pelajar pada Senin (27/7) lalu. Akibat kejadian penyerangan tersebut, korban kudu dilarikan ke rumah sakit dan menerima tiga jahitan di bagian kepala.

Saat ditemui di kediamannya, Selasa (28/7), DS menceritakan bahwa peristiwa penyerangan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, dia nan tetap mengenakan seragam sekolah tengah mengendarai sepeda motor untuk mengantar saudaranya, Abas (16), pulang ke rumah.

“Sampai dekat rumahnya dia (saudara saya), dia di depan saya, saya di belakang. Habis itu kerabat saya nyaris ditabrak, jadi dia ngehindar,” tutur DS.

Situasi tersebut membikin posisi DS berada di belakang saudaranya. Tanpa diduga, serangan mendadak langsung menghantamnya.

“Jadinya saya di belakangnya. Saya nengok kiri dulu lantaran ada motor, pas saya nengok kanan saya dibacok di sini,” sambungnya.

DS menceritakan, golongan pelaku berjumlah empat orang nan datang mengendarai dua sepeda motor. “Ada sekitar empat orang, jadi satu motor dua orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu pelaku sempat mengayunkan senjata tajam berbentuk mistar panjang ke arah kepalanya sebelum akhirnya kabur melarikan diri.

“Saya kan teriak, kayak syok banget. Saudara saya langsung pegangin kepala saya, terus mereka kabur,” pungkasnya.

(Ant/P-4)

Selengkapnya