Serangan Rusia ke Kyiv menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 27 lainnya. Sejumlah penyimpanan terbakar, sementara tim penyelamat tetap mencari korban.
Asap membubung di atas Kyiv setelah gelombang serangan rudal Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Rabu (5/8/2026). Serangan nan berjalan semalaman itu menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 27 lainnya, serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah penyimpanan dan akomodasi penyimpanan, menurut keterangan pejabat jasa darurat Ukraina. (REUTERS/Vladyslav Sodel)
Peringatan serangan udara berjalan lebih dari satu jam di kota berpenduduk sekitar 3 juta jiwa tersebut. Administrasi militer Kyiv menyatakan sedikitnya tujuh letak dihantam dalam serangan nan dimulai setelah tengah malam. (REUTERS/Anatolii Stepanov)
Wali Kota Vitali Klitschko mengatakan tim penyelamat tetap melakukan pencarian korban setelah dua orang sukses dievakuasi dari reruntuhan sebuah penyimpanan di dekat pusat kota. "Mungkin tetap ada orang nan terjebak di bawah reruntuhan. Operasi pencarian dan pengamanan sedang berlangsung," tulisnya melalui Telegram. (REUTERS/Gleb Garanich)
Klitschko menambahkan seorang pengemudi ambulans termasuk di antara korban luka, sementara empat korban lainnya berada dalam kondisi kritis. Serangan tersebut juga memicu kebakaran di penyimpanan dan area penyimpanan. Laporan awal mengenai kebakaran di sebuah gedung apartemen 20 lantai kemudian diklarifikasi sebagai info nan tidak akurat. (REUTERS/Gleb Garanich)
Di pinggiran kota, kebakaran besar dilaporkan terjadi, sementara puing-puing rudal jatuh di dekat area permukiman. Administrasi militer Kyiv juga melaporkan adanya kebocoran amonia nan sekarang sedang ditangani oleh tim darurat. (REUTERS/Anatolii Stepanov)
Menurut saksi mata mendengar ledakan di beragam penjuru Kyiv selama serangan berlangsung. Klitschko mengatakan sistem pertahanan udara dikerahkan untuk menghalau serangan tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah menyerang pusat logistik dan pusat pasokan di Kyiv serta wilayah sekitarnya dengan argumen akomodasi tersebut digunakan untuk kepentingan militer. (REUTERS/Gleb Garanich)

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·