Kelompok pemuda 'Kecoa' India mengatakan bahwa mereka bakal melanjutkan protes mereka sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Polisi menggunakan gas air mata untuk mengendalikan massa selama protes nan sedang berjalan oleh Partai Janata Kecoa (CJP), dua hari setelah ribuan demonstran berbanjar menuju parlemen menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan atas kebocoran soal ujian, di Jantar Mantar di New Delhi, India, Rau (22/7/2026). (REUTERS/Adnan Abidi)
Kelompok pemuda 'Kecoa' India mengatakan bahwa mereka bakal melanjutkan protes mereka sampai tuntutan mereka dipenuhi, setelah menuduh pihak berkuasa menindak keras para demonstran. (REUTERS/Sonu Kishan)
Ribuan demonstran menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mundur, reformasi sistem ujian nasional, serta keadilan bagi para mahasiswa nan terdampak kebocoran soal ujian masuk kedokteran (NEET) nan memengaruhi lebih dari 2 juta peserta. (REUTERS/Sonu Kishan)
Polisi nan membawa pentungan juga terlihat berhadapan langsung dengan demonstran di letak protes duduk di New Delhi. (REUTERS/Sonu Kishan)
Para pemimpin oposisi juga terlihat berdemonstrasi di luar parlemen lantaran mereka mendukung tuntutan mahasiswa untuk pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan atas kebocoran soal ujian. (REUTERS/Sonu Kishan)
Pradhan mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kekhawatiran kaum muda dan menjanjikan reformasi ujian, sementara Perdana Menteri Narendra Modi sendiri telah berjanji untuk menghukum mereka nan berada di kembali kebocoran tersebut. (REUTERS/Sonu Kishan)
Menteri Kesehatan J.P. Nadda berjumpa dengan para demonstran pada hari Senin dan meminta waktu untuk membahas tuntutan mereka, nan juga termasuk pembebasan aktivis puasa Sonam Wangchuk, nan dibawa ke rumah sakit minggu lalu, dan kompensasi sebesar 10 juta rupee (US$104.000) alias sekitar Rp 1,86 miliar untuk setiap siswa nan meninggal lantaran bunuh diri setelah kebocoran ujian. (REUTERS/Sonu Kishan)
source on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·