Insiden tersebut juga menyebabkan sebagian area tambang runtuh dan puluhan pekerja terjebak di bawah tanah.
Sedikitnya 18 penambang batu bara dilaporkan tewas setelah ledakan luar biasa nan dipicu gas metana mengguncang kompleks pertambangan di Provinsi Balochistan, Pakistan, Kamis (30/7/2026). Insiden tersebut juga menyebabkan sebagian area tambang runtuh dan puluhan pekerja terjebak di bawah tanah. Pemerintah Provinsi Balochistan menyatakan operasi pencarian dan pengamanan tetap terus dilakukan untuk mengevakuasi 14 penambang nan hingga sekarang tetap terjebak di dalam tambang. REUTERS/Naseer Ahmed
Sebelumnya, Menteri Pertambangan dan Pengembangan Mineral Balochistan Shoaib Nosherwani mengatakan kepada Reuters bahwa sebanyak 36 pekerja berada di bagian kompleks tambang nan runtuh saat ledakan terjadi. Hingga Kamis malam, sebanyak 25 penambang sempat dinyatakan hilang. REUTERS/Naseer Ahmed
Tim penyelamat saat ini bekerja di kedalaman sekitar 4.000 kaki alias sekitar 1.219 meter untuk mencari korban nan tetap berada di bawah reruntuhan. "Kami berambisi dapat menemukan beberapa penambang nan tetap hidup, tetapi peluangnya kecil," ujar Kepala Inspektur Pertambangan Balochistan, Muhammad Atif. (Tangkapan Layar Reuters video/HO)
Sementara itu, pejabat senior pemerintah bagian pertambangan setempat, Abdul Ghani Baloch, menjelaskan bahwa ledakan gas metana nan sangat kuat merusak dua tambang nan saling berdekatan sehingga memicu runtuhnya sebagian kompleks pertambangan. (Tangkapan Layar Reuters video/HO)
Peristiwa nahas tersebut terjadi di area Sorange, wilayah pertambangan terpencil nan berada di dekat ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta. Hingga kini, otoritas setempat tetap memfokuskan upaya pengamanan sembari menyelidiki penyebab pasti ledakan nan menewaskan sedikitnya 18 penambang tersebut. (Tangkapan Layar Reuters video/HO)

3 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·