Longsor akibat hujan monsun menerjang Ghatkopar, Mumbai, menewaskan 6 orang dan melukai 4 lainnya. Dua anak dan dua remaja termasuk korban tewas.
Warga menyaksikan petugas Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) menuju letak longsor setelah sebagian lereng bukit runtuh dan menimpa sejumlah rumah di area permukiman padat Ghatkopar, Mumbai, India, Rabu (12/8/2026). Peristiwa nan terjadi pada awal hari itu dipicu hujan monsun lebat dan menewaskan sedikitnya enam orang serta melukai empat lainnya. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Dilansir ABC News, Pejabat pemerintah setempat, Tanaji Kambli, mengatakan longsor terjadi sebelum fajar. Tim penyelamat nan terdiri dari petugas pemadam kebakaran, polisi, Pasukan Tanggap Bencana Nasional, dan pejabat setempat langsung dikerahkan. Namun, akses jalan nan sempit menyulitkan penggunaan perangkat berat. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Petugas sukses mengevakuasi sedikitnya 10 orang dari reruntuhan dan membawa mereka ke rumah sakit pemerintah. Enam korban, termasuk dua anak-anak dan dua remaja, dinyatakan meninggal bumi saat tiba di rumah sakit. Empat korban lainnya tetap menjalani perawatan. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Wali Kota Mumbai, Ritu Tawde, turut mengunjungi letak kejadian dan mengumumkan santunan bagi family korban. Badan meteorologi India sebelumnya memperkirakan monsun nan lebih intens di wilayah India bagian barat, sehingga penduduk di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau tetap waspada. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Mumbai, nan berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa, kerap dilanda hujan deras selama Juni hingga September. Para mahir menilai urbanisasi pesat, pembangunan di lereng rentan, dan buruknya sistem drainase meningkatkan akibat bencana. Perubahan suasana juga dinilai memperparah kondisi dengan meningkatkan intensitas hujan nan semakin lebat dan susah diprediksi. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·