ARTICLE AD BOX
Serangan udara besar Rusia kembali mengguncang Kyiv. Tim penyelamat tetap mencari korban di reruntuhan
Ledakan besar menerangi langit malam Kyiv, Ukraina, saat Rusia melancarkan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak pada Kamis (2/7/2026). Gempuran tersebut kembali menghantam ibu kota Ukraina dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Tim penyelamat tetap menyisir reruntuhan gedung di beragam letak untuk mencari korban nan diduga tetap tertimbun puing-puing.(REUTERS/Anna Voitenko)
Operasi pencarian dan pengamanan difokuskan di sebuah gedung apartemen di tepi kiri Kyiv nan sebagian ambruk akibat serangan. Petugas darurat, paramedis, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban serta mencari penduduk nan tetap dinyatakan hilang. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Pejabat Ukraina melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan tersebut. Namun, dalam perkembangan terbaru, jumlah korban tewas disebut meningkat menjadi sedikitnya 17 orang seiring berlanjutnya proses evakuasi. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan 74 rudal dan 496 drone dalam salah satu serangan terbesar sejak perang berlangsung. Sistem pertahanan udara Ukraina sukses mencegat sebagian besar proyektil tersebut, tetapi 25 rudal balistik dan 12 drone tetap menghantam 33 letak di beragam wilayah, termasuk Kyiv. (REUTERS/Stringer)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mempersingkat kunjungannya ke Dublin pada Rabu (1/7) malam setelah memperingatkan warganya mengenai potensi serangan besar nan bakal datang. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram menyatakan pihaknya melancarkan "serangan besar-besaran" menggunakan senjata presisi jarak jauh nan diluncurkan dari udara, darat, dan laut, serta drone. Moskow menyatakan sasaran serangan adalah akomodasi militer, prasarana energi, dan airport di Kyiv serta sejumlah letak lainnya. (REUTERS/Alina Smutko)
Warga berdiri di tepi kawah nan terbentuk akibat serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia semalaman. Selain menghantam area permukiman, gempuran tersebut juga merusak Palladin Institute of Biochemistry, salah satu pusat riset biokimia terkemuka di Ukraina. Sebagian kompleks institut dilalap api, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran nan terjadi. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Memasuki tahun kelima perang, Rusia terus meningkatkan intensitas serangan rudal dan drone, terutama terhadap Kyiv. Di sisi lain, Ukraina juga memperluas serangan drone ke sektor daya Rusia nan menyebabkan kerusakan prasarana dan memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia. (REUTERS/Alina Smutko)
source on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·