Ledakan diduga akibat gas metana meruntuhkan terowongan proyek PLTA di Sikkim, India. Sebanyak 12 orang tewas, sementara belasan pekerja tetap terjebak.
Sedikitnya 12 orang tewas setelah sebuah terowongan runtuh akibat ledakan nan diduga dipicu kebocoran gas di proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di negara bagian Sikkim, India timur laut. Hingga Rabu (22/7/2026), tim penyelamat tetap berupaya mencari belasan pekerja nan diyakini terjebak di dalam terowongan. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Ledakan terjadi pada Senin di proyek PLTA Sungai Teesta milik perusahaan negara National Hydroelectric Power Corporation (NHPC) nan berada di Desa Samardung. Menurut pejabat distrik, ledakan menyebabkan terowongan dipenuhi asap tebal dan gas berbisa sehingga menyulitkan proses evakuasi. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Dalam pernyataannya, NHPC menyebut ledakan dipicu semburan gas secara tiba-tiba nan diduga berasal dari gas metana nan terperangkap di bebatuan di dalam terowongan. Ledakan tersebut kemudian memicu runtuhnya sebagian terowongan dan menghasilkan asap pekat nan memenuhi area kerja. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Pihak berkuasa mengatakan asap berbisa menghalang upaya pengamanan terhadap sekitar 13 hingga 15 pekerja nan diyakini tetap terjebak. Rekaman pada Rabu memperlihatkan tim penyelamat mengenakan perangkat bantu pernapasan unik saat memasuki terowongan untuk mencari korban. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Sehari sebelumnya, Selasa otoritas melaporkan 15 pekerja dikhawatirkan tetap terjebak setelah kejadian tersebut, sementara jumlah korban tewas saat itu tercatat 10 orang. Hingga Rabu, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 12 orang. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
Pejabat Badan Manajemen Bencana Negara Bagian Sikkim, Rajiv Roka, mengatakan kesempatan selamat bagi para pekerja nan tetap terjebak sangat kecil. Menurutnya, tim penyelamat kudu bekerja dalam kondisi nan sangat rawan akibat konsentrasi asap dan gas berbisa nan tetap memenuhi terowongan. (Tangkapan Layar Video Reuters/ANI)
source on Google

3 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·