Potret Malapetaka 'Bak Neraka' Prancis: Pemukiman Hangus-Mobil Gosong

3 jam yang lalu 4

Aktivis Filipina berantem dengan polisi saat memprotes kunjungan Menlu AS Marco Rubio di Manila, bertepatan dengan pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.

Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 20

Sebuah rumah dan sebuah van tampak gosong terbakar di area Cotignac, Departemen Var, Prancis tenggara, Rabu (22/7/2026), setelah kebakaran rimba melanda lereng-lereng berhutan di wilayah tersebut. Bencana nan diperparah oleh kondisi kekeringan pascagelombang panas itu meninggalkan jejak kehancuran, sementara ratusan penduduk nan telah dievakuasi tetap belum diizinkan kembali ke rumah lantaran petugas pemadam kebakaran terus mengamankan area terdampak. (REUTERS/Manon Cruz)

Petugas pemadam kebakaran Prancis menyemprotkan air di dekat mobil nan terbakar selama operasi pembersihan di dekat sebuah rumah nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, di departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar Prancis, 22 Juli 2026.

Kebakaran nan mulai terjadi sejak Selasa (21/7) di Departemen Var itu telah menghanguskan sekitar 2.500 hektar vegetasi. Sebanyak 300 hingga 400 penduduk dari sejumlah komunitas, termasuk Correns, Cotignac, dan Montfort, terpaksa dievakuasi demi keselamatan. (REUTERS/Manon Cruz)

Petugas pemadam kebakaran Prancis menyemprotkan air selama operasi pembersihan di dekat sebuah rumah nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, di departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar Prancis, 22 Juli 2026.

Sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Meski upaya pengendalian menunjukkan kemajuan, sejumlah titik api tetap terdeteksi pada Rabu sehingga operasi pemadaman dan pengamanan terus berlangsung. (REUTERS/Manon Cruz)

Pemandangan rumah nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar Prancis, 22 Juli 2026.

Prefek Var, Simon Babre, mengatakan penduduk belum diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing lantaran tetap adanya titik api dan pertimbangan keselamatan. (REUTERS/Manon Cruz)

Pemandangan rumah nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar Prancis, 22 Juli 2026.

Menurut Babre, kebakaran tersebut hanya menyebabkan cedera ringan. Hingga sekarang tercatat empat kasus akibat menghirup asap, masing-masing dialami oleh dua petugas pemadam kebakaran dan dua penduduk dari Pontevès. Wilayah Eropa Selatan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi musim kebakaran rimba nan semakin parah.  (REUTERS/Manon Cruz)

Pemandangan sebuah rumah dan sebuah van nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026.

Para intelektual mengaitkan kondisi ini dengan perubahan suasana nan memicu cuaca lebih panas dan kering di area Mediterania, sehingga meningkatkan akibat terjadinya kebakaran besar. (REUTERS/Manon Cruz)

Petugas pemadam kebakaran Prancis menyemprotkan air selama operasi pembersihan di dekat sebuah rumah dan mobil nan terbakar di wilayah nan terkena akibat kebakaran rimba di Cotignac, departemen Var, saat kondisi kekeringan memburuk setelah gelombang panas dan kekurangan air di sebagian besar wilayah Prancis, 22 Juli 2026.

Sementara itu, tim darurat tetap disiagakan di seluruh area terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar dan memastikan proses pengamanan melangkah hingga situasi betul-betul terkendali. (REUTERS/Manon Cruz)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya