Aktivis Filipina berantem dengan polisi saat memprotes kunjungan Menlu AS Marco Rubio di Manila, bertepatan dengan pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.
Sebuah rumah dan sebuah van tampak gosong terbakar di area Cotignac, Departemen Var, Prancis tenggara, Rabu (22/7/2026), setelah kebakaran rimba melanda lereng-lereng berhutan di wilayah tersebut. Bencana nan diperparah oleh kondisi kekeringan pascagelombang panas itu meninggalkan jejak kehancuran, sementara ratusan penduduk nan telah dievakuasi tetap belum diizinkan kembali ke rumah lantaran petugas pemadam kebakaran terus mengamankan area terdampak. (REUTERS/Manon Cruz)
Kebakaran nan mulai terjadi sejak Selasa (21/7) di Departemen Var itu telah menghanguskan sekitar 2.500 hektar vegetasi. Sebanyak 300 hingga 400 penduduk dari sejumlah komunitas, termasuk Correns, Cotignac, dan Montfort, terpaksa dievakuasi demi keselamatan. (REUTERS/Manon Cruz)
Sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Meski upaya pengendalian menunjukkan kemajuan, sejumlah titik api tetap terdeteksi pada Rabu sehingga operasi pemadaman dan pengamanan terus berlangsung. (REUTERS/Manon Cruz)
Prefek Var, Simon Babre, mengatakan penduduk belum diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing lantaran tetap adanya titik api dan pertimbangan keselamatan. (REUTERS/Manon Cruz)
Menurut Babre, kebakaran tersebut hanya menyebabkan cedera ringan. Hingga sekarang tercatat empat kasus akibat menghirup asap, masing-masing dialami oleh dua petugas pemadam kebakaran dan dua penduduk dari Pontevès. Wilayah Eropa Selatan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi musim kebakaran rimba nan semakin parah. (REUTERS/Manon Cruz)
source on Google

3 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·