Potret Petaka Usai Banjir Semalaman di Ibu Kota, Warga Terisolasi

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Hujan monsun memicu banjir di Dhaka dan Bangladesh tenggara. Sedikitnya 44 orang tewas, lebih dari satu juta penduduk terisolasi, serta aktivitas lumpuh.

Kendaraan melintas di jalan nan tergenang banjir setelah hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Kendaraan menerobos jalan nan tergenang banjir setelah hujan monsun mengguyur Dhaka, Bangladesh, Minggu (12/7/2026). Curah hujan mencapai 76 milimeter sejak tengah malam hingga pukul 06.00 waktu setempat, melampaui kapabilitas drainase kota dan menyebabkan banjir di beragam wilayah. Kondisi tersebut melumpuhkan lampau lintas serta menghalang ribuan penduduk menuju tempat kerja, sekolah, dan aktivitas lainnya. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Para pengemudi mendorong becak motor mereka melewati jalan nan tergenang banjir setelah mesin kendaraan mereka mogok akibat hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026.

Dilansir The Daily Star, genangan terparah terjadi di area Mirpur, terutama Shewrapara, Kazipara, dan Monipur. Air dilaporkan mencapai di atas dengkul di sejumlah lokasi, membikin banyak family terisolasi dan akses ke jalan utama terputus. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Orang-orang menyeberangi jalan nan tergenang banjir menggunakan becak setelah hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026.

Para pejalan kaki terpaksa melangkah menerobos banjir, menggunakan becak, alias turun dari bus nan mogok akibat jalan tergenang. Banjir juga mengganggu aktivitas belajar mengajar setelah Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi Monipur menunda ujian tengah semester lantaran banyak siswa tidak dapat mencapai kampus. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Kendaraan melintas di jalan nan tergenang banjir setelah hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026.

Sementara itu, Reuters melaporkan akibat hujan monsun di Bangladesh tenggara jauh lebih parah. Sedikitnya 44 orang dilaporkan tewas akibat banjir dan tanah longsor, sementara lebih dari satu juta orang terisolasi. Kementerian Manajemen Bencana menyebut banjir melanda tujuh distrik, ialah Chattogram, Cox's Bazar, Bandarban, Rangamati, Khagrachhari, Moulvibazar, dan Habiganj, serta mengisolasi sekitar 267.918 rumah tangga.(REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Orang-orang dan kendaraan bergerak melintasi jalan nan tergenang banjir setelah hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026.

Pemadaman listrik, jalan rusak, dan terputusnya jaringan komunikasi menghalang pemindahan serta pengedaran bantuan. Banyak penduduk juga tak dapat memasak lantaran rumah tetap terendam banjir. "Air tetap menggenangi rumah kami, makanan kering telah habis, dan kami menghabiskan malam dalam kegelapan berbareng anak-anak lantaran tidak ada listrik," kata Nurul Islam, penduduk Chattogram. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Orang-orang melangkah di sepanjang jalan nan tergenang banjir setelah hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026.

Pemerintah Bangladesh mengerahkan personel angkatan darat dan angkatan laut untuk mengirimkan makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan pokok menggunakan perahu ke daerah-daerah terpencil. Menteri Manajemen Bencana dan Bantuan Iqbal Hossain mengatakan pemerintah terus menyalurkan support dan meminta penduduk nan rumahnya tetap terendam untuk mengungsi ke tempat penampungan. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Kendaraan melintas di jalan nan tergenang banjir setelah hujan deras di Dhaka, Bangladesh, 12 Juli 2026.

Hujan deras memicu tanah longsor di kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar nan menewaskan sedikitnya 16 pengungsi, termasuk wanita dan anak-anak. Para intelektual memperingatkan bahwa perubahan suasana meningkatkan gelombang dan intensitas hujan ekstrem, sehingga memperbesar akibat banjir dan tanah longsor di Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya