Potret Suhu Tembus 42 Derajat, Pabrik Es Batu Kewalahan Penuhi Pesanan

1 jam yang lalu 3

Gelombang panas 42 Derajat Celsius di Yunani membikin permintaan es batu melonjak hingga tiga kali lipat.

Karyawan Blue Ice, Evans Osagie, memasukkan es batu ke dalam kantong saat gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026. (REUTERS/Louiza Vradi)

Karyawan Blue Ice, Evans Osagie, mengemas es batu di Athena, Yunani, Rabu (22/7/2026), di tengah gelombang panas ekstrem nan melanda negara itu. Saat suhu diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius, permintaan es batu melonjak tajam lantaran penduduk dan pelaku upaya berupaya mengatasi cuaca nan menyengat, meski lonjakan tersebut juga menghadirkan tantangan bagi produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar. (REUTERS/Louiza Vradi)

Karyawan Blue Ice, Aziz Lasnami dan Evans Osagie, menyegel kantong-kantong es batu selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

Perusahaan es batu Blue Ice menjadi salah satu nan paling sibuk. Musim panas memang selalu menjadi periode tersibuk bagi perusahaan tersebut, namun gelombang panas membikin lonjakan permintaan jauh lebih tinggi dari biasanya. (REUTERS/Louiza Vradi)

Pemilik Blue Ice, Kostas Christopoulos, memeriksa mesin kreator es di akomodasi perusahaan selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

Pemilik Blue Ice, Kostas Christopoulos, mengatakan cuaca panas memang meningkatkan penjualan, tetapi gelombang panas justru membikin operasional menjadi jauh lebih rumit. "Kami senang ketika cuaca panas, tetapi tidak terlalu panas," ujarnya. Menurut dia, gelombang panas bukanlah momen nan mudah lantaran seluruh pengguna menginginkan pasokan es dalam waktu sesingkat mungkin. (REUTERS/Louiza Vradi)

Es batu bergerak di sepanjang jalur produksi di perusahaan Blue Ice selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

Blue Ice memasok es batu ke beragam wilayah Yunani untuk kebutuhan toko kelontong, restoran, kafe, bisnis, hingga konser dan beragam aktivitas publik. Perusahaan tersebut melayani rata-rata sekitar 5.000 pelanggan. (REUTERS/Louiza Vradi)

Es batu bergerak di sepanjang jalur produksi di perusahaan Blue Ice selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

Pada musim panas normal, perusahaan memproduksi sedikitnya 10 ton es batu setiap hari, sekitar lima kali lipat dibandingkan produksi pada musim dingin. Namun saat gelombang panas, permintaan dapat melonjak hingga tiga kali lipat dari kondisi musim panas biasa. (REUTERS/Louiza Vradi)

Karyawan Blue Ice, Evans Osagie, memasukkan es batu ke dalam kantong di akomodasi perusahaan selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

"Situasinya menjadi sedikit gila. Semua orang terburu-buru. Hal pertama nan kudu dilakukan adalah tetap tenang agar bisa menangani semuanya," kata Christopoulos. (REUTERS/Louiza Vradi)

Karyawan Blue Ice, Aziz Lasnami dan Evans Osagie, membawa kantong-kantong es batu di akomodasi perusahaan selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan, Blue Ice menambah armada kendaraan pengiriman dan jumlah pekerja. Perusahaan juga berambisi truk pendingin mereka tidak terjebak kemacetan lampau lintas di Athena agar pengedaran tetap melangkah lancar. Kami kudu terus beradaptasi setiap saat," ujarnya. (REUTERS/Louiza Vradi)

Seorang bartender menambahkan es batu dari perusahaan lokal Blue Ice ke dalam minuman di sebuah kafe selama gelombang panas di Athena, Yunani, 22 Juli 2026.

Sementara itu, Yunani memasuki hari ketiga gelombang panas ekstrem pada Rabu (22/7). Otoritas setempat melarang aktivitas kerja di luar ruangan pada jam-jam terpanas sekitar tengah hari dan mengimbau masyarakat tetap berada di dalam ruangan. (REUTERS/Louiza Vradi)

Sebuah family berbareng seekor anjing mendinginkan diri di tepi laut saat mentari terbenam, ketika gelombang panas musim panas pertama melanda Yunani, di Vivari, Peloponnese, Yunani, 22 Juli 2026.

Dinas pemadam kebakaran juga meningkatkan status kesiagaan lantaran tingginya akibat kebakaran rimba akibat suhu tinggi dan kondisi nan sangat kering. Menurut para mahir meteorologi, gelombang panas diperkirakan mulai mereda pada Kamis (23/7). (REUTERS/Louisa Gouliamaki)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya