PPATK: 56% Deposit Judi Online Masuk Lewat QRIS, Total Rp12,36 T

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan kekuasaan QR Indonesia Standard (QRIS) dalam deposit gambling online. Sepanjang Semester I 2026, deposit melalui QRIS mencapai Rp12,36 triliun, alias 56,04% dari total nominal deposit, dalam 198,77 juta transaksi.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan dari sisi frekuensi, QRIS mencakup 87,66% dari seluruh transaksi deposit. Adapun rekening bank dan dompet elektronik mencatat deposit sebesar Rp9,69 triliun dalam 27,99 juta transaksi.

Dominasi QRIS tersebut tidak boleh dimaknai bahwa QRIS merupakan instrumen nan bermasalah alias perlu dihindari. QRIS adalah sarana pembayaran nan sah dan mempunyai peran krusial dalam mendukung transaksi digital serta aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk UMKM.

"Persoalannya terletak pada penyalahgunaan merchant, identitas, dan tujuan transaksi oleh jaringan gambling online," kata Ivan dalam rilis PPATK, Rabu (5/8/2026).

Karena itu, Ivan mengatakan respons nan diperlukan bukan membatasi penggunaan QRIS oleh masyarakat, melainkan memperkuat proses verifikasi dan penerimaan merchant, pemantauan perilaku transaksi, serta penindakan terhadap merchant dan pihak pihak nan menyalahgunakan instrumen pembayaran tersebut.

Dia mengimbau masyarakat tetap dapat menggunakan QRIS untuk transaksi nan sah dengan memperhatikan nama merchant, nominal pembayaran, dan tujuan transaksi sebelum memberikan persetujuan.

"QRIS sangat besar manfaatnya bagi ekonomi masyarakat. nan kudu kita musuh adalah pihak nan menyalahgunakan kemudahan teknologi pembayaran untuk menyamarkan transaksi ilegal. Penguatan tata kelola merchant dan pemantauan transaksi kudu terus dilakukan agar masyarakat tetap dapat menggunakan QRIS secara aman, sementara jaringan gambling online kehilangan akses terhadap sistem keuangan," tegas Ivan.

PPATK pun mencatat pada periode Januari-Juni 2026, nilai perputaran biaya gambling online mencapai Rp86,82 triliun dalam 467,32 juta transaksi. Sementara itu, nilai deposit tercatat sebesar Rp22,05 triliun dalam 226,76 juta transaksi melalui rekening bank, dompet elektronik, dan QRIS.

Dibandingkan Semester I 2025, nilai perputaran biaya gambling online pada Semester I 2026 turun sekitar 12,9%, dari Rp99,68 triliun menjadi Rp86,82 triliun. Namun, jumlah transaksi nan teridentifikasi meningkat sekitar 167,2%, dari 174,90 juta menjadi 467,32 juta transaksi.

Pada sisi deposit, nominalnya meningkat sekitar 26%, dari Rp17,50 triliun menjadi Rp22,05 triliun, sedangkan gelombang deposit naik nyaris 140 persen, dari 94,50 juta menjadi 226,76 juta transaksi. Persentase tersebut merupakan hasil kalkulasi atas info PPATK Semester I 2025 dan Semester I 2026.

Ivan menjelaskan peningkatan tajam pada gelombang transaksi tersebut tidak serta-merta hanya menunjukkan pertumbuhan aktivitas gambling online. Kenaikan ini juga mencerminkan keahlian penemuan transaksi finansial mencurigakan nan semakin optimal, disertai partisipasi aktif seluruh pihak pelapor.

"Penguatan parameter pemantauan dan pelaporan membikin transaksi bernominal kecil, berulang, dan tersebar nan sebelumnya lebih susah dikenali sekarang semakin dapat terdeteksi dan diidentifikasi," katanya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya