Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 7,5% di 2028 dan 8% di 2029, Ini Caranya

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia-Pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi nan cukup tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Ekonomi ditargetkan menyentuh level 7,5% pada 2028 dan 8% pada 2029.

"Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi menuju level 8 persen serta penurunan tingkat kemiskinan menuju nomor 0 persen pada tahun 2029," tulis pemerintah dalam Buku Nota Keuangan, Senin (24/8/2026).

Dalam penjelasannya, pertumbuhan ekonomi nan berbobot lahir dari penemuan dan efisiensi, sebagaimana tercermin dari peningkatan Total Factor Productivity (TFP). Ada empat intervensi strategis, yaitu: pertama, people, ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tenaga kerja terampil; kedua, process, ialah efisiensi operasional serta percepatan mengambil teknologi.

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027-2030. (Dok. Kemenkeu)Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027-2030. (Dok. Kemenkeu) Foto: Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027-2030. (Dok. Kemenkeu)

Ketiga, product, ialah pembuatan nilai tambah nan lebih tinggi guna meningkatkan daya saing; dan keempat, policy, ialah penguatan izin nan mendukung penemuan serta perbaikan suasana usaha.

"Strategi pertumbuhan tersebut turut diperkuat melalui pengembangan sektor-sektor nan resilien serta mempunyai daya serap tenaga kerja nan tinggi, dengan didukung oleh kebijakan fiskal nan kolaboratif, berkualitas, dan berkelanjutan."

APBN bakal berkedudukan sebagai katalis dalam mendorong aktivitas ekonomi serta meningkatkan partisipasi sektor swasta, sekaligus menjaga kesehatan dan kredibilitas fiskal secara berkesinambungan. Sinergi antar sektor tersebut, ialah percepatan pergerakan sektor keuangan, penguatan sektor riil, serta terciptanya suasana investasi nan kondusif.

Pemerintah akan mendorong peningkatan investasi melalui penguatan peran lembaga investasi nasional, seperti Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Danantara bakal berfaedah sebagai platform untuk mengonsolidasikan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), nan diharapkan bisa menarik investasi dunia guna mendukung transformasi ekonomi serta pembangunan sektor-sektor strategis.

Danantara sendiri menargetkan penyaluran investasi pada tahun 2026, termasuk di antaranya untuk membiayai proyek hilirisasi sumber daya alam, pengembangan energi, serta industri berbobot tambah tinggi, nan diharapkan dapat memperkuat pedoman industri nasional.

Dengan support kebijakan fiskal nan menjaga stabilitas, keberlanjutan reformasi struktural, serta penguatan peran investasi dan sektor swasta, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan diharapkan tetap kuat dan bisa mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional.

(mij/mij) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya