Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 18 Agustus 2026 : Potensi Hujan Ringan di 9 Daerah

1 jam yang lalu 2
 Potensi Hujan Ringan di 9 Daerah Kawasan Pegunungan Kendeng pada Senin (17/8) petang memanjang Grobogan-Blora berkesempatan diguyur hujan ringan hingga Selasa (18/8) awal hari. (MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah 18 Agustus 2026 ialah hujan ringan berkesempatan  terjadi di 9 wilayah nan berada di area pegunungan dan sebagian pantura.

"Meskipun pada umumnya cuaca berawan, tetapi hujan ringan berkesempatan turun di 9 wilayah di  Jawa Tengah hingga Selasa (18/8) awal hari, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa Senin (17/8). 

Daerah di Jawa Tengah berkesempatan turun hujan ringan, ungkap Ferry Oktarisa, tersebar di area pegunungan dan sebagian pantura ialah Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Batang, Kajen, Pemalang dan Ambarawa, sehingga suhu udara terasa lebih hangat dibanding sebelumnya. 

Menurut Ferry Oktarisa angin pada umumnya bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam, suhu udara berkisar 14-30 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 75-95 persen. "Di sejumlah wilayah terutama di area pegunungan dan dataran tinggi suhu lebih dingin, " tambahnya. 

BMKG juga merilis peringatan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di beberapa area dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah. Gelombang dengan ketinggian maksimum 0,7 meter diperkirakan terjadi pukul 07.00-11.00 WIB Selasa (18/8), demikian di perairan selatan gelombang tinggi tetap memperkuat 1,25-2,5 meter hingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran. 

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Efendi mengatakan meskipun air laut pasang (rob) menurun, tetapi gelombang tinggi di perairan utara berpotensi kembali meningkat, Selasa (18/7) terutama di area Karimunjawa bagian barat dan timur serta perairan Jepara. Gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 1,25-2,5 meter. 

Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter, lanjut Usman Efendi, juga tetap berjalan di perairan selatan mulai Cilacap hingga Purworejo cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan dan tongkang terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot. 

"Waspadai gelombang tinggi tersebut, lantaran berisiko terhadap aktivitas pelayaran," imbuhnya. (H-4)

Selengkapnya