Karoline Leavitt.(Al Jazeera)
SATU momen jujur antara Karoline Leavitt dan Donald Trump menjadi sorotan publik. Para pengamat menilai hubungan tersebut mengungkap sikap original Sekretaris Pers Gedung Putih itu terhadap sang Presiden. Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa Leavitt bakal meninggalkan jabatannya pada akhir Agustus mendatang.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Leavitt baru saja kembali dari libur melahirkan bulan lampau setelah melahirkan anak keduanya pada Mei. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut Leavitt sebagai salah satu ajudan paling tepercaya dan menghormati keputusannya untuk konsentrasi pada keluarga.
Video Viral di Landasan Pacu
Meski Trump memberikan pujian setinggi langit dengan menyebut Leavitt sebagai salah satu Sekretaris Pers terbaik dalam sejarah, satu video nan beredar di media sosial X (dahulu Twitter) memberikan narasi berbeda. Video tersebut memperlihatkan Trump dan Leavitt di landasan pacu saat bersiap menaiki Air Force One.
Dalam klip tersebut, Leavitt nan mengenakan busana merah tampak menatap Trump dengan ekspresi nan oleh netizen dinilai sebagai perpaduan antara kemarahan dan penghinaan. Ia sempat mengubah ekspresinya menjadi senyum sopan saat Trump berbalik menghadapnya. Namun wajahnya kembali terlihat masam segera setelah Trump melangkah mendahuluinya ke dalam pesawat.
Komentar Netizen: "Dia tersenyum saat Trump melihatnya, tetapi memberikan tatapan sinis di belakang punggungnya," tulis salah satu pengguna X menanggapi video nan diunggah oleh Lucas Sanders tersebut.
Alasan Pengunduran Diri dan Tekanan Kerja
Dalam pernyataan resminya, Leavitt menjelaskan bahwa keputusan pahit ini diambil lantaran dia merasa tidak bisa memberikan waktu dan daya maksimal bagi kedua anaknya nan tetap mini jika tetap mengemban tugas berat di Gedung Putih.
Namun, Leavitt sebelumnya pernah mengungkapkan sungguh melelahkannya bekerja untuk Trump. Ia menyebut sang Presiden hanya tidur sekitar empat jam sehari dan sering meneleponnya di tengah malam. "Bos saya terjaga sepanjang malam dan mungkin bakal menelepon kapan saja," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Masa Depan dan Suksesor
Leavitt, nan merupakan orang termuda nan pernah menjabat posisi tersebut, sebelumnya bekerja sebagai asisten instansi pers pada masa kedudukan pertama Trump sebelum menjadi kepala komunikasi untuk Perwakilan Republik New York, Elise Stefanik.
Berbeda dengan pendahulunya seperti Sean Spicer alias Kayleigh McEnany nan sering beradu argumen di podium ruang pers, Leavitt lebih banyak muncul di Fox News dan media sayap kanan lain untuk mempromosikan agenda Trump.
Hingga saat ini, belum ada nama resmi nan ditunjuk untuk menggantikan Leavitt. Namun, beberapa nama mulai mencuat, termasuk komentator Scott Jennings, mantan ahli bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Tricia McLaughlin, hingga pengacara Alina Habba nan baru-baru ini terlihat dalam sebuah video sedang berjoget dengan Trump. (The Mirror US/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·