Hamparan awan di area Gunung Merbabu Jumat (31/7) pagi, pada sore-malam hujan ringan berkesempatan mengguyur sejumlah wilayah di lereng gunung tersebut.(MI/Akhmad Safuan)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur lima wilayah di Jawa Tengah pada Jumat (31/7). Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai gelombang tinggi mencapai 2,5 meter serta kejadian air laut pasang (rob) nan tetap berjalan di perairan utara maupun selatan.
Kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari di Jawa Tengah umumnya diprediksi cerah berawan dan berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan mulai berkesempatan turun, terutama di area pegunungan dan dataran tinggi.
"Tetap waspada terhadap kebakaran rimba dan lahan (karhutla) lantaran banyak tanaman dan pohon nan kering mudah tersulut api, serta angin kencang di musim tandus ini," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, Jumat (31/7).
Daftar Daerah Berpotensi Hujan
Berdasarkan pengamatan cuaca, lima wilayah nan berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang meliputi:
- Banjarnegara
- Wonosobo
- Temanggung
- Kendal
- Batang
Sementara itu, hujan ringan berkesempatan turun di 15 wilayah lainnya, ialah Mungkid, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Demak, Ungaran, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Surakarta, dan Semarang. Daerah lainnya diprediksi cerah berawan sepanjang hari.
Secara umum, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16-34 derajat Celcius dengan kelembaban udara 45-95 persen. "Kondisi suhu udara ini bakal berubah turun pada malam hari," tambah Winda.
Peringatan Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Di sektor perairan, meskipun cuaca condong cerah berawan, gelombang tinggi setinggi 1,25-2,5 meter tetap menakut-nakuti perairan utara dan selatan Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyebut gelombang tinggi terjadi di area Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, Pati-Rembang, hingga Cilacap-Purworejo.
"Waspadai gelombang tinggi di atas 1,25 meter saat kecepatan angin di atas 15 knot, lantaran berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama kapal nelayan dan tongkang," tegas Retna.
Selain gelombang, banjir rob juga tetap menghantui area pesisir pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Meski ketinggian pasang maksimum menurun menjadi 0,9 meter, kejadian ini tetap berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Banjir rob diprediksi berjalan pada pukul 07.00-11.00 WIB. Kondisi ini diperkirakan bakal menghalang transportasi, proses bongkar muat di pelabuhan, hingga operasional budidaya perikanan darat dan petani garam di wilayah terdampak. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·