Jakarta, CNN Indonesia --
Kemenangan Bilal Hasan dalam Dana White Contender Series (DWCS) mendapat sambutan hangat dari pelaku industri olahraga mixed martial arts (MMA) di Indonesia.
Bilal tak hanya menang melawan Mridul Saikia, tetapi bisa tampil meyakinkan dengan merobohkan musuh hanya dalam waktu 45 detik. Hasilnya Dana White memberi tiket tampil di UFC kepada petarung keturunan Indonesia tersebut.
Menurut praktisi MMA, Fransino Tirta, kemenangan Bilal sangat impresif dan layak mendapat apresiasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luar biasa! Bilal menunjukkan kelasnya sebagai petarung nan tenang dan punya fight IQ tinggi, serta ground and pound nan agresif," katanya ketika dihubungi CNNIndonesia.com.
"Kemenangan TKO sigap ini membuktikan dia datang ke DWCS bukan hanya untuk menang, tapi untuk membikin Dana White terkesima," ucap sosok nan sekarang menjadi CEO One Pride MMA.
Fransino menilai Bilal bisa melesat dalam persaingan di kelas terbang alias flyweight UFC lantaran punya keahlian teknik nan banget baik. Itu terbukti dengan catatan rekor kemenangan di arena MMA nan berujung sembilan kemenangan serta satu no contest dari 10 kali masuk octagon. Dari sembilan kemenangan, Bilal tujuh kali menang TKO dan sekali menang submission.
Pria nan pernah tampil di arena TPI Fighting Championship hingga One Fighting Championship pada era 2003 hingga 2014 itu juga menilai Bilal punya untung lantaran tinggal di Amerika Serikat.
"Kansnya [bersaing di flyweight UFC] sangat besar. Divisi flyweight UFC itu sangat mengandalkan kecepatan dan kecepatan striking. Bilal punya itu semua. Rekor bersih 9-0 dengan rasio finish nan tinggi."
"Ditambah lagi, pedoman latihannya di Amerika memberinya kelebihan dalam perihal grappling dan strategi bertarung. Kalau konsistensi performanya dijaga, dia bisa sigap menembus ranking top 15," jelas sosok nan mempunyai julukan Pitbull tersebut.
Fransino pun berambisi Bilal bisa mendapat perhatian dari petarung-petarung di Indonesia nan mau menggapai sukses. Tidak hanya soal teknik, tetapi juga soal non-teknik.
"Ada tiga perihal utama [yang bisa ditiru atlet MMA Indonesia dari Bilal]: kedisiplinan, keberanian keluar dari area nyaman, dan konsistensi penyempurnaan teknik. Bilal tidak hanya mengandalkan striking, tapi terus mengasah wrestling dan grappling-nya," papar Fransino.
"Fighter Indonesia kudu berani menimba pengetahuan di tempat latihan berstandar internasional dan terus membangun mindset bahwa kita bisa bersaing di level tertinggi dunia," tukasnya.
(nva/nva)

56 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·