Prancis vs Maroko: Lebih dari Sekadar Balas Dendam

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Media-media Maroko secara perempat menolak laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis versus Maroko, sebagai sarana balas dendam.

Pertandingan nan bakal berjalan di Stadion Boston, Kamis (9/7) alias Jumat (10/7) awal hari WIN ini lebih dari sekadar balas dendam. Ada perihal nan lebih besar untuk diusung.

"Namun, bagi banyak penduduk Maroko, pertandingan perempat final [Prancis vs Maroko] hari Kamis [9/7] membawa berat simbolis nan melampaui sekadar balas dendam olahraga." 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para fans Singa Atlas melihatnya sebagai kesempatan lain untuk menghadapi warisan era kolonial di panggung olahraga terbesar di dunia," tulis Morocco World News.

Bagi masyarakat Maroko, kisah sukses Piala Dunia 2022, dengan menembus semifinal, adalah dongeng. Kali ini ceritanya sudah berbeda. Maroko bukan lagi hidup dalam narasi.

Achraf Hakimi dan kawan-kawan tidak sudi lagi disebut tim underdog alias kuda hitam nan tidak diunggulkan. Melawan Prancis nan punya banyak bintang, Maroko tidak gentar.

Secara politis, Maroko memang pernah dijajah Prancis. Itu terjadi sejak 30 Maret 1912. Maroko akhirnya merdeka pada 2 Maret 1956 dan hingga sekarang punya luka mendalam atas Prancis. 

Banner Gempita Bola 2026

Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 ini diharapkan bisa menjadi tonggak baru kemenangan atas Prancis. Jika di 2022 publik Maroko pesimistis, sekarang berubah menjadi optimistis.

Mengacu head to head, Prancis dan Maroko sudah berantem enam kali. Hasilnya, Prancis empat kali menang dan dua kali imbang, di mana satu seri tersebut dimenangkan lewat penalti. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya