Presiden Turun Tangan, Suhu 39 Derajat Bikin Negara Siaga

2 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-myung memerintahkan seluruh kementerian dan pemerintah wilayah mengerahkan personel serta sumber daya secara maksimal. Perintah itu dikeluarkan sebagai respons terhadap gelombang panas ekstrem nan melanda Korea Selatan.

Instruksi itu bertindak hingga cuaca panas mereda. Perlu diketahui saat ini di Seoul, suhu diperkirakan mencapai puncaknya dengan kisaran 39 derajat Celcius Kamis ini (6/8/2026).

"Panas ekstrem dalam skala nan belum pernah kita alami terus terjadi dari hari ke hari," kata Lee Jae-myung dalam rapat penanganan gelombang panas, Kamis, seperti dikutip Channel News Asia (CNA).

"Kondisi gelombang panas nan dulunya hanya kita lihat dalam buletin luar negeri sekarang telah menjadi realita kita," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap keselamatan masyarakat kudu menjadi prioritas utama. Lee juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan bagi golongan rentan, termasuk lansia dan masyarakat berisiko tinggi.

Selain itu, dia juga menginstruksikan penerapan patokan waktu rehat nan lebih ketat bagi para pekerja luar ruangan selama periode suhu tertinggi. Ia mengatakan perihal ini krusial untuk mencegah korban akibat cuaca ekstrem.

Gelombang panas nan melanda Korea Selatan (Korsel) telah menewaskan lebih dari 20 orang. Jika prakiraan suhu 39 derajat Celcius di Seoul terwujud, kondisi tersebut bakal mendekati rekor suhu tertinggi ibu kota sebesar 39,6 derajat Celcius nan tercatat pada Agustus 2018 saat negara itu mengalami gelombang panas bersejarah.

Badan Meteorologi Korea (KMA) melaporkan sejumlah wilayah mengalami malam tropis, dengan suhu nyaris tidak turun di bawah 30 derajat Celcius sepanjang malam. Kondisi itu membikin banyak penduduk mencari perlindungan dari panas di sungai, pusat perbelanjaan, serta beragam akomodasi berpendingin udara.

Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di sektor olahraga. Media setempat melaporkan Organisasi Bisbol Korea membatalkan seluruh 10 pertandingan nan dijadwalkan pada Rabu dan Kamis setelah beberapa penonton dilaporkan pingsan akibat suhu tinggi, termasuk seorang fans nan kolaps saat pertandingan di Incheon.

Menurut KMA, Topan Dolphin nan berada di area sekitar tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Korea Selatan, namun diduga turut memperparah gelombang panas. Topan tersebut memperkuat angin timur nan melintasi pegunungan di Semenanjung Korea sebelum turun ke wilayah di baliknya, sehingga meningkatkan suhu udara di sejumlah daerah.

Pemerintah dan otoritas cuaca memperkirakan Kamis menjadi salah satu hari terpanas dalam sejarah modern Seoul. Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, dan mengikuti seluruh peringatan cuaca nan dikeluarkan otoritas setempat.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya