Program Konservasi Pulau Sabira Berhasil Raih Penghargaan

1 jam yang lalu 3
Program Konservasi Pulau Sabira Berhasil Raih Penghargaan Ilustrasi(Dok spesial )

UPAYA PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Konservasi Pulau Sabira: Sabira Green and Digital Lighthouse Island”, PLN UID Jakarta Raya meraih Predikat Platinum Alignment dengan nilai 95,75 serta ditetapkan sebagai CEPI Champion Candidate pada arena Indonesia Green Awards 2026 nan diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility. 

Indonesia Green Awards merupakan penghargaan nan diberikan oleh La Tofi School of Social Responsibility kepada perusahaan nan mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui beragam ragam produktivitas alias kepada siapa saja nan dianggap berprestasi dan berjasa bagi lingkungan sekitar.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL nan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan faedah nyata bagi masyarakat pesisir. 

“Bagi PLN, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan kehadiran kami memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat. Melalui Program Konservasi Pulau Sabira, kami berupaya menghadirkan solusi nan menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, hingga peningkatan kapabilitas masyarakat agar bisa tumbuh secara berdikari dan berkelanjutan,” ujar Andy dikutip dari siaran pers nan diterima, Senin (3/8). 

Program Konservasi Pulau Sabira telah dijalankan sejak tahun 2022 sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkepanjangan di pulau terluar Indonesia. Program ini mengintegrasikan pelestarian ekosistem laut, penguatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kapabilitas generasi muda. 

Program ini juga selaras dengan standar ISO 26000 serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 14 (Ekosistem Laut).

Di bagian lingkungan, PLN berbareng masyarakat telah melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove dan transplantasi 1.600 bibit terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan kediaman biota laut. Pada saat nan sama, dihadirkan pula akses internet publik untuk membuka akses info dan mengurangi keterisolasian masyarakat Pulau Sabira.

Dari sisi ekonomi, program ini membantu nelayan meningkatkan efisiensi melalui penggunaan rumpon konservasi nan bisa menekan konsumsi bahan bakar hingga 66%, dari sekitar 30 liter menjadi 10 liter untuk sekali melaut. 

PLN juga mendampingi pengembangan UMKM Menara Sabira melalui modernisasi proses pengolahan hasil laut sehingga produk olahan hasil laut mempunyai daya simpan lebih lama dan nilai tambah nan lebih tinggi.

Tak hanya itu, PLN turut mendorong lahirnya generasi muda nan peduli lingkungan melalui training Karang Taruna sebagai pemandu ekowisata serta penerapan metode Trainers Create Trainers, sehingga masyarakat dapat terus mengembangkan dan menyebarluaskan edukasi konservasi secara mandiri. 

"Keberhasilan program ini tercermin dari lahirnya kemandirian penuh pemuda Karang Taruna Pulau Sabira sebagai garda terdepan pelindung lingkungan. Kami berambisi model konservasi terintegrasi ini dapat menjadi rujukan dan direplikasi di letak lainnya," tutur Andy. (E-4)

Selengkapnya