PSI Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo Swasembada 8 Komoditas Pangan

59 menit yang lalu 1
PSI Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo Swasembada 8 Komoditas Pangan Bendera PSI.(dok.istimewa)

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi capaian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto nan sukses mempercepat sasaran swasembada serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Apresiasi tersebut merespons Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI nan memaparkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan utama pada 2026.

Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menilai percepatan sasaran nan semula diproyeksikan selesai dalam empat tahun sekarang dapat direalisasikan jauh lebih sigap di tengah ketidakpastian gejolak global.

“Percepatan swasembada pangan patut diacungi jempol. Sebelumnya pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam empat tahun, namun Presiden Prabowo menegaskan sasaran tersebut dapat dipenuhi jauh lebih cepat. Ini merupakan capaian krusial di tengah ketidakpastian dunia dan ancaman gangguan pasokan pangan dunia,” ujar Grace melalui keterangannya, Senin (17/8).

Delapan komoditas pangan nan sukses dipenuhi secara berdikari oleh produksi dalam negeri meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabe besar, dan cabe rawit.

Selain keberhasilan produksi komoditas, Grace menyoroti langkah berani pemerintah dalam melakukan pembenahan struktural di sektor pertanian, khususnya pada tata kelola dan pengedaran pupuk. Pemerintah tercatat memangkas 145 patokan birokrasi nan sebelumnya menyulitkan akses petani, sekaligus sukses menurunkan nilai pupuk hingga 20 persen.

"Penyederhanaan pengedaran pupuk dengan memangkas 145 patokan nan sebelumnya membikin proses penyaluran menjadi rumit merupakan corak keberanian pemerintah membenahi persoalan struktural," kata Grace.

Lebih lanjut, Grace menekankan bahwa parameter ketahanan pangan nan berkepanjangan tidak hanya diukur dari nomor produksi di atas kertas, tetapi juga dari stabilitas nilai di pasar serta peningkatan kesejahteraan para petani. Ia berambisi keberhasilan swasembada ini dapat membentengi kesiapan pangan nasional saat menghadapi ancaman perubahan suasana ekstrem seperti El Nino.

“Ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar soal berapa banyak beras alias jagung nan diproduksi. Capaian produksi kudu diterjemahkan menjadi nilai pangan nan terjangkau, pendapatan petani nan meningkat, dan kepastian pasokan bagi rakyat,” tutup Grace. (Faj/P-3)

Selengkapnya