PSI Usul Pemerintah Fokus Beri Insentif Substitusi Motor Listrik

1 jam yang lalu 6
PSI Usul Pemerintah Fokus Beri Insentif Substitusi Motor Listrik Ilustrasi(Antara)

SEKRETARIS Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengapresiasi langkah pemerintah nan sedang mematangkan kebijakan insentif kendaraan listrik serta peluncuran motor listrik nasional. Ia menilai elektrifikasi kendaraan roda dua berpotensi menjadi instrumen kunci untuk mempercepat transisi daya nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan info operasional, saat ini terdapat lebih dari 140 juta unit sepeda motor di Indonesia dengan kebutuhan bensin mencapai lebih dari 42 juta kiloliter per tahun, di mana sekitar separuhnya tetap dipenuhi dari impor.

"Motor listrik bisa menjadi kunci percepatan transisi daya Indonesia. Jumlah pengguna motor kita sangat besar. Kalau kita sukses mendorong jutaan pengguna motor BBM beranjak ke listrik, dampaknya terhadap konsumsi BBM, impor energi, dan beban subsidi negara bakal sangat signifikan," ujar Grace melalui keterangannya, Kamis (13/8).

Meski mendukung langkah pemerintah, Grace memberikan catatan kritis mengenai perancangan formulasi insentif. Menurutnya, skema insentif nan diterbitkan kudu menjamin terjadinya substitusi alias peralihan total penggunaan kendaraan, bukan sekadar memicu pembelian unit kendaraan baru di masyarakat.

"Jangan sampai orang membeli motor listrik lantaran ada insentif, tetapi motor BBM-nya tetap digunakan. Kalau begitu, jumlah kendaraan justru bertambah dan konsumsi BBM belum tentu turun. Insentif kudu mendorong substitusi: dari motor BBM menjadi motor listrik," tegas Grace.

Untuk mencapai sasaran penghematan anggaran negara secara terukur, Grace menyarankan agar pemerintah mengalokasikan insentif nan lebih kuat pada program konversi maupun skema tukar tambah (trade-in) dari motor berbasis fosil ke motor listrik.

Dengan langkah tersebut, efektivitas anggaran insentif nan dikucurkan pemerintah dapat diukur langsung dari penurunan nomor impor BBM secara konkret.

"Target kita bukan sekadar semakin banyak motor listrik di jalan, tetapi semakin sedikit BBM nan kita konsumsi dan impor. Kalau itu tercapai, transisi daya sekaligus memperkuat ketahanan daya dan menghemat duit negara," pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya