Jakarta, CNN Indonesia --
PSSI berpotensi mendapat biaya sebesar US$20 juta alias setara Rp371 miliar dari FIFA Fast Forward Programme (FFFP ) nan digagas FIFA.
Melalui rilis resminya pada Selasa (28/7), FIFA menyebut bakal membagikan biaya sebesar US$10 miliar alias setara Rp180 triliun kepada 211 anggotanya jika disetujui.
FIFA menawarkan kepada 211 anggotanya tiga pengajuan. Pertama biaya FFFP sebesar US$20 juta pada 2027-2030, kedua US$22 juta pada 2031-2034, dan US$24 juta pada 2035-2038.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendanaan kepada 211 personil ini bakal dijalankan FIFA melalui anak perusahaan nan baru dibentuk, FIFA Forward Enterprise (FFE). FIFA menetapkan FFE sebagai delegator perusahaan.
Anak perusahaan ini bakal mempunyai kendali penuh atas program-program FIFA, seperti otoritas eksklusif, kompetisi, almanak pertandingan, dan izin sepak bola.
"Sepak bola adalah olahraga paling terkenal di bumi dan mesin luar biasa untuk pembangunan manusia dan sosial," kata Infantino dalam rilis resmi FIFA pada Selasa (28/7) waktu Swiss.
"Sebagai badan pengatur global, FIFA bertanggung jawab untuk memastikan permainan ini menjangkau setiap perspektif dunia," ujar Infantino soal besaran biaya FFFP nan bakal diberikan.
Namun FIFA tidak memaksa semua anggotanya untuk menerima biaya tersebut. Hanya personil nan merasa memerlukan biaya FFFP tersebut nan bakal mendapat penyaluran.
Sebelum ini PSSI pernah mendapat support biaya FIFA Forward. Dana tersebut digunakan PSSI untuk membangun lapangan sintetis di Sawangan dan lapangan latihan di IKN, Kalimantan.
(abs/rhr)
Add
as a preferred source on Google

23 jam yang lalu
7







English (US) ·
Indonesian (ID) ·