PTPN III Perkuat Transformasi Bisnis Karet untuk Tingkatkan Daya Saing Global

2 jam yang lalu 4
PTPN III Perkuat Transformasi Bisnis Karet untuk Tingkatkan Daya Saing Global Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) memperkuat transformasi upaya karet .(Dok.PTPN III)


HOLDING Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) memperkuat transformasi upaya karet melalui penyelenggaraan Rubber Business Strategy & Execution Forum berjudul Rethinking Rubber Exploitation di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor. Forum tersebut menjadi wadah penyelarasan strategi menghadapi perubahan industri karet dunia sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.

Kegiatan nan diinisiasi Direktorat Produksi dan Pengembangan PTPN III itu dihadiri dewan operasional subholding, Direktur PT RPN, ketua operasional, serta peneliti. Pembahasan difokuskan pada penyusunan strategi upaya nan berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, dan penerapan berbasis riset.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, mengatakan transformasi upaya karet tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada pengelolaan aset biologis secara berkepanjangan dan penguatan kualitas produk.

"Dinamika industri komoditas dunia menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui semangat Rethinking Rubber Exploitation, kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar jumlah produksi harian menjadi pengelolaan biological asset nan sehat sehingga bisa memberikan produktivitas optimal, untung nan berkelanjutan, serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global," ujar Rizal.

Menurut Rizal, salah satu strategi utama nan diterapkan adalah prinsip pemeriksaan before decision, ialah setiap keputusan teknis dalam pengelolaan kebun dilakukan berasas hasil kajian kondisi tanaman, kesehatan kebun, dan efisiensi biaya. Pendekatan tersebut diharapkan bisa menjaga produktivitas tanaman sekaligus memperpanjang umur ekonomis kebun karet.

Selain itu, PTPN III juga mengubah orientasi produksi menuju produk karet berbobot tambah tinggi. Perseroan menargetkan komposisi produksi bahan baku cair berbobot premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berbobot tinggi, mencapai rasio ideal 70%.

"Strategi tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai jual produk, memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional, serta menciptakan profitabilitas nan lebih berkelanjutan," kata Rizal.

PENATAAN DAN KLASTERISASI
Transformasi juga dilakukan melalui penataan dan klasterisasi lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif berasas karakter dan potensinya. Kebun dengan produktivitas tinggi bakal dijadikan referensi praktik terbaik, sedangkan kebun nan memasuki akhir masa produktif dioptimalkan nilai ekonominya sebelum diremajakan.

Rizal menilai sinergi antara operasional, riset, dan penemuan menjadi aspek krusial dalam mendukung transformasi tersebut. Kolaborasi antara PT Riset Perkebunan Nusantara, balai penelitian, dan seluruh unit operasional diharapkan menghasilkan solusi berbasis pengetahuan pengetahuan nan dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

"Melalui transformasi nan menyeluruh, mulai dari perubahan paradigma pengelolaan aset biologis, penguatan pengambilan keputusan berbasis data, peningkatan kualitas produk, hingga optimasi portofolio kebun, PTPN Group optimistis bisa membangun upaya karet nan lebih tangguh, adaptif, dan berkepanjangan di tengah dinamika pasar global," ujarnya.

PTPN III menyatakan transformasi upaya tersebut sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029. Perseroan juga bakal terus memperkuat penerapan precision farming, riset dan inovasi, hilirisasi komoditas, serta kemitraan dengan petani untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional.

"Melalui penerapan precision farming, penguatan riset dan inovasi, hilirisasi komoditas, serta kemitraan nan berkepanjangan dengan petani, PTPN Group terus berupaya menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan ekonomi nasional," pungkas Rizal. (E-2)

Selengkapnya