Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan

4 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Wibowo Prasetyo, personil DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan penikmat sepak bola. Foto/Ist

Wibowo Prasetyo
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan penikmat sepak bola

JOSHUA KIMMICH tidak sedang mencari kambing hitam. Seusai Jerman tersingkir melalui adu penalti melawan Paraguay pada babak gugur Piala Dunia 2026, gelandang nan selama bertahun-tahun menjadi salah satu wajah sepak bola Jerman itu hanya mengucapkan satu kalimat, “If you cannot beat Paraguay over 120 minutes then you are deservedly eliminated.”

Sulit menemukan pengakuan nan lebih jujur daripada itu. Tidak ada komplain terhadap wasit, agenda pertandingan, ataupun nasib jelek di laga 32 besar. Jerman kandas mengalahkan Paraguay selama 120 menit, dan bagi Kimmich, itu sudah cukup menjadi argumen kenapa mereka layak pulang.

Pada babak gugur nan sama, Belanda juga tersingkir setelah dikalahkan Maroko melalui adu penalti. Brasil memang lolos, tetapi kudu menunggu hingga menit-menit terakhir untuk mengatasi Jepang. Hasilnya berbeda, tapi ketiga pertandingan tersebut memperlihatkan satu kejadian nan sama.

Tim-tim nan selama ini kerap disebut sebagai pelengkap sekarang tak lagi dianggap sebelah mata. Selama puluhan tahun Piala Dunia nyaris selalu mempunyai tokoh utama nan sama.

Brasil, Jerman, Argentina, Italia, Prancis, Belanda, Inggris, alias Spanyol tampil di Piala Dunia dengan bekal sejarah nan panjang, koleksi trofi, dan reputasi nan membikin musuh sering kali kalah sebelum bertanding. Negara-negara lain memang sesekali menghadirkan kejutan, tapi cerita tentang Piala Dunia nyaris selalu kembali lagi ke negara besar sepak bola.

Selengkapnya