Ramai-Ramai Dunia Borong Emas, Bikin Harga Jadi Melejit

38 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Senior INDEF Aviliani menyebut beragam negara beramai-ramai membeli emas sebagai persediaan devisa. Bahkan pembelian emas dilakukan secara besar-besaran dan membikin harganya naik.

"Kita lihat negara nan borong emas, nan persediaan devisanya besar dan mata uangnya turun. Sekarang ini kita lihat kenapa nilai emas naik lantaran mereka beli emas," ungkap dia dalam Mindialogue 2026, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, adanya pembelian emas besar-besaran tersebut mengakibatkan nilai emas bumi mengalami lonjakan. Merujuk Refinitiv, nilai emas pada perdagangan Selasa (11/8/2026) ditutup di posisi US$ 4366,84 per troy ons. Lalu pada Rabu (12/8/2026) pukul 06.46 WIB, nilai emas menguat tipis 0,06% ke US$ 4369,78 per troy ons.

Dia menegaskan tak ada ketentuan jumlah persediaan devisa emas suatu negara, khususnya Indonesia. Sebab preferensi persediaan devisa Indonesia adalah mata duit dolar.

"Tapi kan kondisi ekonomi Amerika mulai melemah. Makanya orang mulai ke emas. Orang sudah mulai tak percaya ke emas dengan kebijakan liberalisasi ke proteksionisme," terang Aviliani.

Menurut dia, di tengah kenaikan nilai emas tersebut, nilai komoditas condong mengalami fluktuasi. Untuk itu nan perlu diantisipasi adalah nilai komoditas.

"Cenderung kita kudu antisipasi lantaran jika sudah jadi komoditas condong nilai tambahnya bakal besar. Harapan pemerintah terhadap hilirisasi jikalau ada perubahan kita tidak bakal terpengaruh," ungkap Aviliani.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya