Drg Ita Lestari, MARS, pendiri dan CEO FDC Dental Clinic saat membuka aktivitas pemutaran movie Negeri Susah Senyum berbareng para Mojang Jajaka Jawa Barat di FDC Dental Clinic Paskal, Bandung. .(MI/SUMARIYADI)
YAYASAN FDC untuk pertama kalinya memutar sebuah movie dokumenter berjudul Negeri Susah Senyum. Pasangan Mojang Jajaka dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat menyaksikannya di FDC Dental Clinic Paskal di Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung.
Film produksi Yayasan FDC itu memberi gambaran nyata kondisi kesehatan dan jasa kesehatan gigi di lingkungan masyarakat terpencil. Mereka mengambil gambar kehidupan masyarakat budaya Ciptagelar, di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Tidak seperti para sesepuhnya, kondisi kesehatan gigi anak-anak di wilayah itu tergolong memprihatinkan. Banyak gigi mereka nan sudah berlubang sebelum waktunya.
"Anak-anak Ciptagelar sudah mengonsumsi makanan pabrikan nan banyak mengandung gula, sehingga mempercepat kerusakan gigi. Upaya menjaga kesehatan gigi mereka juga tidak mudah dilakukan, lantaran aspek jarak untuk mengakses jasa kesehatan gigi," Drg Ahmad Sahrul Mubaroq, Tim Kesehatan FDC nan melakukan jasa kesehatan gigi ke lokasi.
Kondisi berbeda ditemukan pada orang tua di kampung ini. Gigi mereka terjaga lantaran tidak terkena makanan pabrikan di masa muda. Mereka mengonsumsi makanan langsung dari alam, tanpa tambahan nan biasa digunakan makanan pabrikan.
Sementara itu, penduduk Ciptagelar juga mengaku tidak pernah mendapat alias mengakses jasa kesehatan. Selain jarak nan jauh, lama perawatan dan biaya nan kudu mereka keluarkan menjadi kendalanya.
Masalah itu nan melatarbelakangi Yayasan FDC sering melakukan edukasi dan perawatan massal gigi cuma-cuma langsung ke masyarakat.
"Kami tidak hanya memikirkan soal tumbuh dan berkembangkan FDC Dental Clinic. Tapi, kami mau bekerja-sama dengan banyak pihak dan memberikan akibat positif kepada banyak pihak," ungkap drg Ita Lestari, MARS, pendiri dan CEO FDC Dental Clinic.
FAKTA DAERAH TERPENCIL
Dia mengaku memproduksi movie Negeri Susah Senyum untuk mengungkapkan kebenaran nan tetap terjadi di masyarakat terpencil, mengenai soal kesehatan gigi. Film itu mengungkap bahwa akses untuk mendapatkan jasa kesehatan gigi di Indonesia tetap tidak merata dan susah dijangkau.
Di masyarakat, lanjutnya, tetap kuat adanya stigma bahwa ke master gigi itu mahal, menakutkan dan lama. Di wilayah terpencil, untuk mendapat jasa kesehatan gigi, juga kudu menempuh jarak nan jauh dan menyantap waktu perjalanan panjang hingga 2-4 jam.
"Fakta itulah nan membikin FDC Dental Clinic terus mengembangkan diri dan jasa ke wilayah dari Sabang hingga Merauke. Saat ini, kami telah membuka 70 bagian lebih hingga Papua, dan menargetkan tahun ini bisa mencapai 100 klinik," papar Ita.
Dia berambisi dengan upaya itu, masyarakat bisa mudah menjangkau akses pelayanan kesehatan gigi. FDC datang untuk memberikan solusi kepada masyarakat, sekaligus mengubah stigma bahwa ke master gigi itu mudah, menyenangkan, sigap dan nilai terjangkau.
"Pemutaran movie ini membawa misi sosial, ialah menebar senyum. Senyum itu kewenangan semua orang. Kami pun mempunyai semboyan Be the Foundation of Every Smile," tandas Ita.
MISI SOSIAL DAN BUDAYA
Selain membuka banyak klinik, FDC Dental Clinic melalui Yayasan FDC juga melakukan beragam aktivitas sosial. Kolaborasi dengan sejumlah pihak dilakukan untuk lebih memperluas edukasi dan jasa kesehatan gigi pada masyarakat.
"Salah satu upaya FDC Foundation adalah ikut mengembangkan wisata dan kebudayaan. Karena itu, hari ini, kami merangkul para Mojang dan Jajaka Jawa Barat, sekaligus mengedukasi dan menularkan kesadran bakal pentingnya kesehatan gigi pada mereka," lanjut Ita.
Sementara itu, Direktur Sosial Impact FDC Foundation, Shofi Naafi menambahkan, yayasannya mempunyai tiga pilar gerakan, ialah kesehatan,
pendidikan dan kepemimpinan.
"Yayasan ini berfokus pada ekspansi akses pendidikan, jasa kesehatan, pengembangan kepemimpinan generasi muda, dan keragaman budaya di Indonesia. Kami melakukan pengembangan talenta muda demi menciptakan akibat sosial nan luas bagi masyarakat Indonesia," paparnya.
FDC Foundation menjalankan misinya melalui empat pilar utama program, ialah FDC Scholarship dengan misi memperluas akses dan kesempatan pendidikan nan layak. Selain itu juga FDC Berbagi nan memmberikan pelayanan dan support sosial di bagian kesehatan serta kemasyarakatan nan tepat guna.
"Misi lainnya adalah FDC Leadership yng menyelenggarakan program pengembangan kepemimpinan dan mentorship untuk menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Sementara FDC Culture Diversity adalah upaya mendukung pelestarian dan apresiasi keragaman seni serta budaya bangsa," tandas Shofi.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·