Raja Charles dan Ratu Camilla(Royal Family)
RATU Camilla untuk pertama kalinya berbincang terbuka mengenai pemeriksaan kanker nan diidap suaminya, Raja Charles III. Ia mengungkapkan tekanan emosional dan sulitnya menjaga kerahasiaan kondisi medis sang Raja pada tahap awal pengobatan.
Dalam sebuah video peringatan ulang tahun ke-30 badan kebaikan kanker Maggie's, Ratu Camilla, nan juga menjabat sebagai presiden organisasi tersebut, mengenang sungguh "sulitnya" menahan diri untuk tidak membahas pengobatan suaminya saat melakukan kunjungan resmi menemui para pasien kanker dan family mereka.
Pada Januari 2024, Ratu Camilla meresmikan pusat support kanker Maggie's di Royal Free Hospital, London. Saat itu, dia baru saja mengetahui bahwa Raja Charles III menderita kanker dan memerlukan perawatan. Namun, dia terpaksa menahan info tersebut lantaran pengumuman resmi dari pihak kerajaan belum dirilis.
"Tidak ada nan bisa mengatakan apa pun pada saat itu, itu cukup sulit. Saya nyaris saja mengatakan sesuatu, tetapi Anda tahu, saya merasa saat itu bukanlah waktunya untuk berbicara," kata Ratu Camilla kepada CEO Maggie's, Dame Laura Lee.
Pihak Kerajaan Inggris baru mengumumkan pemeriksaan kanker Raja Charles III secara resmi pada 5 Februari 2024, beberapa hari setelah kunjungan Ratu Camilla ke rumah sakit tersebut.
"Saya sangat mau mengeluarkannya, tetapi tentu saja saya tidak bisa," ujar Ratu Camilla.
Lebih dari dua tahun berlalu sejak pengumuman tersebut, Raja Charles III tetap terus menjalani perawatan kanker. Pihak Istana Buckingham menegaskan kondisi kesehatan sang Raja terus bergerak ke "arah nan positif."
Dalam rekaman video berdurasi tujuh menit di Clarence House, Ratu Camilla menyebut bahwa langkah suaminya menghadapi penyakit tersebut adalah dengan tetap menjalankan tugas-tugas resmi Kerajaan.
"Tidak ada nan menghentikannya. Dia hanya berkata, 'Ini caraku. Saya bakal menghadapinya,'" kata Ratu Camilla saat menceritakan upayanya merawat sang suami.
Momen kunjungan ke rumah sakit di tengah kerahasiaan tersebut membikin Ratu Camilla merasa lebih terhubung dengan pengalaman para family pasien nan ditemuinya.
"Saya nyaris bertanya kepada mereka. Saya tidak mau ingin tahu terlalu dalam. Namun biasanya ketika saya masuk, saya hanya berbincang dengan mereka, tetapi saya tidak tahu, saya merasa itu jauh lebih mendalam," kata Ratu Camilla.
"Saya memandang semua orang nan menderita dan seluruh kerabatnya, dan saya pikir itu membikin saya semakin menyadari sungguh pentingnya tempat-tempat ini."
Raja Charles III tidak pernah membeberkan jenis kanker nan diidapnya secara spesifik. Kendati demikian, keterbukaannya mengenai status kesehatannya berakibat besar. Pihak Maggie's mencatat adanya kenaikan 12% jumlah laki-laki nan menghubungi mereka mengenai pemeriksaan kanker setelah pengumuman sang Raja.
"Keterbukaan Raja tentang diagnosisnya tidak diragukan lagi telah membantu orang lain untuk lebih terbuka, dan sekarang mendengar respons nan sangat dapat dipahami dan alami dari Ratu sebagai seorang istri memperjelas kenapa sangat krusial bagi family dan kawan untuk juga mendapatkan support nan mereka butuhkan," kata Dame Laura Lee.
"Mendengar beliau berbincang begitu kuat tentang emosinya sendiri saat mengunjungi pusat Royal Free, sembari mengetahui pemeriksaan nan Mulia, merupakan suatu kehormatan besar." (BBC/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·