Ilustrasi.(MI/Benny Bastiandy)
RATUSAN hektare lahan sawah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sekarang dalam kondisi terancam kekeringan. Fenomena ini terjadi menyusul musim tandus panjang nan melanda wilayah tersebut selama tiga bulan terakhir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, mengungkapkan bahwa berasas laporan lapangan dan penghitungan internal, terdapat sekitar 960 hektare lahan sawah nan masuk kategori terancam kekeringan. Namun, dia menegaskan bahwa lahan-lahan tersebut tetap dalam kondisi nan bisa diselamatkan.
"Dampak tandus panjang ini jika ancaman secara signifikan belum ada gejala. Tapi jika ancaman secara mikro ada lantaran terdapat sekitar 960 hektare lahan sawah nan terancam kekeringan dari luas tanam padi nan ada sekitar 45 ribu hektare," ujar Dandan, Selasa (18/7).
Target Produksi dan Realisasi
DTPHP menyimpulkan bahwa tandus tahun ini tidak memberikan akibat nan terlalu signifikan terhadap total produksi gabah maupun padi di Cianjur. Berdasarkan info resmi, sasaran produksi gabah kering panen (GKP) tahun ini dipatok sebesar 1.068.615 ton, sementara gabah kering giling (GKG) ditargetkan mencapai 876.264 ton.
Target tersebut diproyeksikan dari total luas tanam sebesar 172.953 hektare dengan luas panen 133.183 hektare. Hingga akhir Juni, realisasi luas tanam telah mencapai 149.899 hektare alias sekitar 86,67% dari target. Sementara itu, realisasi luas panen tercatat sudah menyentuh nomor 87.402 hektare alias 65,62%.
Dari sisi produksi, capaian GKP saat ini sudah terealisasi sebanyak 704.233 ton (65%), dan produksi GKG mencapai 577.401 ton (65,8%).
Proyeksi Surplus Beras Cianjur:
- Produksi beras siap konsumsi: 332.843 ton
- Kebutuhan konsumsi penduduk: 271.125 ton
- Estimasi surplus: 61.717 ton
Kebutuhan Pangan Terjamin
Dandan menjelaskan bahwa produksi beras siap konsumsi di Kabupaten Cianjur diproyeksikan mencapai 332.843 ton untuk tahun ini. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung 2.634.844 jiwa masyarakat Cianjur nan diproyeksikan sebesar 271.125 ton.
Penghitungan ini menggunakan dugaan rata-rata konsumsi beras sebesar 102,9 kilogram per jiwa per tahun. Dengan demikian, terdapat selisih lebih alias surplus produksi sebanyak 61.717 ton.
Meskipun optimistis produksi beras tetap mencukupi dan apalagi surplus, Dandan menyatakan pihaknya tetap menunggu hasil penghitungan jeli dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Insya Allah, produksi gabah alias beras di Cianjur cukup aman," tutupnya. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·