Ilustrasi karya seniman ini menggambarkan tabrakan antara Bima Sakti dan LKH nan terjadi selama jutaan tahun.(NASA, ESA, Joseph Olmsted (STScI))
BIMA Sakti, galaksi berbentuk spiral nan menjadi rumah bagi ratusan miliar bintang termasuk Matahari, tidak tumbuh secara terisolasi. Sebuah penelitian terbaru menemukan bukti bahwa galaksi kita pernah menelan galaksi kerdil sekitar 11,8 miliar tahun lalu. Peristiwa antik ini menjadi penggabungan galaksi (galactic merger) terbesar dan tertua nan pernah tercatat dalam sejarah perkembangan Bima Sakti.
Aksi kanibalisme kosmik tersebut terjadi ketika alam semesta tetap sangat muda, ialah kurang dari 15 persen dari usianya saat ini. Galaksi kerdil nan dilahap tersebut sekarang dinamai Low-energy-Kraken-Heracles alias disingkat LKH.
"Rumah kita adalah Galaksi Bima Sakti, tetapi kita tidak tahu gimana rumah ini dibangun," kata Davide Massari, astronom dari Osservatorio di Astrofisica e Scienza dello Spazio di Bologna, Italia, nan memimpin studi tersebut. "Dalam makalah ini, kami menemukan dari mana asal tumpukan batu bata signifikan pertama: sebuah galaksi kerdil nan kami sebut Low-energy-Kraken-Heracles."
Penemuan ini sukses diungkap setelah tim peneliti menganalisis info pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Teleskop Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Dengan memetakan usia dan komposisi kimia dari 39 kluster bintang padat (globular clusters), para intelektual menemukan golongan bintang "asing" nan mengumpul di bagian dalam pusat Bima Sakti.
Karakteristik kimiawi kluster bintang ini terbukti berbeda dari bintang original Bima Sakti maupun hasil penggabungan galaksi lainnya nan terjadi belakangan. Berdasarkan perkiraan para astronom, galaksi kerdil LKH diperkirakan mempunyai massa bintang setara dengan 500 juta kali massa Matahari. Jumlah ini setara dengan seperempat dari total massa Bima Sakti pada masa purba tersebut.
Sebelum ditemukannya jejak LKH, peristiwa penggabungan galaksi terbesar nan diketahui di masa lampau Bima Sakti adalah tabrakan dengan galaksi Gaia-Sausage-Enceladus (GSE). Namun, tabrakan dengan GSE diperkirakan baru terjadi sekitar 10 miliar tahun lalu. Temuan LKH ini sukses mendorong rekor waktu penggabungan galaksi utama Bima Sakti mundur 1,8 miliar tahun lebih awal dari nan diperkirakan sebelumnya.
"Beberapa studi terdahulu beranggapan bahwa fase awal perkembangan Galaksi kita hanya ditentukan oleh bintang-bintang nan lahir di Galaksi kita sendiri," ujar Massari.
Hasil temuan ini membantah pendapat lama tersebut dan membuktikan Bima Sakti telah aktif melahap galaksi-galaksi tetangganya sejak tahap terawal pembentukannya. Ketika LKH tersedot oleh gravitasi Bima Sakti, sebagian besar materi, bintang, dan gas segar dari galaksi kerdil tersebut diendapkan langsung ke wilayah dalam pusat Bima Sakti. Pasokan gas baru ini memicu ledakan pembentukan bintang-bintang baru serta meninggalkan "bekas luka" berupa populasi bintang asing nan memperkuat hingga hari ini di inti galaksi kita.
Rekonstruksi sejarah kelam ini memberi pemahaman baru bagi para intelektual tentang gimana Bima Sakti berevolusi hingga membentuk struktur megah nan menjadi tempat lahirnya Tata Surya dan kehidupan di Bumi. Studi ilmiah nan mendasari penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy. (Space/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·