Ribuan penduduk duduk bareng di karet menikmati sajian sop ayam di Alun-alun Klaten.(MI/Djoko Sardjono)
KABUPATEN Klaten, Jawa Tengah, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dan internasional. Ribuan penduduk memadati Alun-alun Klaten dan area sekitarnya pada Sabtu (1/8) untuk berperan-serta dalam aktivitas makan sop ayam bersama. Kegiatan kolosal ini secara resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian sop ayam terbanyak, nan tidak hanya memecahkan rekor Indonesia tetapi juga dikukuhkan sebagai rekor dunia.
Penyelenggaraan aktivitas ini bertepatan dengan momentum seremoni Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten. Awalnya, panitia menetapkan sasaran sajian sebanyak 9.222 porsi, sebuah nomor nan dipilih secara unik sebagai simbol usia kabupaten tersebut. Namun, antusiasme masyarakat dan kesiapan penyelenggara membikin realisasi di lapangan melampaui ekspektasi awal.
Berdasarkan hasil penghitungan langsung oleh tim MURI di lokasi, total sajian nan sukses dihidangkan mencapai 9.694 porsi. Senior Representative MURI, Ari Adriani, mengonfirmasi nomor tersebut setelah melakukan verifikasi terhadap ribuan mangkuk sop nan dinikmati penduduk dari 26 kecamatan di seluruh Klaten.
Pengukuhan Rekor Dunia oleh MURI
Prestasi ini menjadi catatan sejarah baru bagi Bumi Penunjang pangan ini. Ari Adriani menjelaskan bahwa pencapaian kali ini mempunyai berat nan lebih tinggi dibandingkan rekor-rekor sebelumnya. Atas pengarahan Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, rekor sajian sop ayam ini langsung dinaikkan statusnya menjadi rekor dunia.
"Karena sop ayam ini merupakan kuliner unik Klaten, maka oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana rekor ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun juga rekor dunia," ujar Ari Adriani.Keberhasilan ini menambah koleksi penghargaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, menjadi rekor MURI ke-14 nan sukses diraih selama ini.
Dukungan Penuh Forkopimda dan Masyarakat
Acara makan bareng ini dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, berbareng Ketua DPRD Klaten Edi Sasongko, serta jejeran Forkopimda lainnya. Kehadiran para ketua wilayah ini menegaskan support pemerintah terhadap pelestarian budaya kuliner lokal.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-222 Klaten, Muh Nasir, menjelaskan bahwa pemilihan sop ayam sebagai objek pemecahan rekor bukan tanpa alasan. Sop ayam telah lama menjadi identitas kuliner nan melekat kuat dengan gambaran Klaten di tingkat nasional.
Misi Ekonomi dan Pariwisata
Di kembali kemeriahan pemecahan rekor bumi tersebut, terdapat misi strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Muh Nasir menekankan beberapa poin utama dari tujuan aktivitas ini:
- Promosi Kuliner: Menjadikan sop ayam Klaten semakin dikenal luas sebagai daya tarik wisata kuliner utama.
- Pemberdayaan UMKM: Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku upaya lokal dalam penyediaan konsumsi.
- Identitas Daerah: Memperkuat kebanggaan penduduk terhadap kekayaan budaya dan tradisi lokal.
- Semangat Gotong Royong: Menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga dari beragam kecamatan.
“Angka 9.222 dipilih sebagai simbol Hari Jadi Klaten, sekaligus menjadi media promosi kuliner unik wilayah agar semakin dikenal masyarakat di tingkat Nasional,” pungkas Muh Nasir.
Fakta Singkat Rekor MURI Sop Ayam Klaten
| Lokasi | Alun-alun Klaten |
| Waktu | Sabtu, 1 Agustus 2026 |
| Target Awal | 9.222 Porsi |
| Realisasi Akhir | 9.694 Porsi |
| Status Rekor | Rekor Dunia (MURI) |








English (US) ·
Indonesian (ID) ·