loading...
PP Pemuda Persatuan Ummat Islam (Pemuda PUI) membujuk seluruh komponen bangsa untuk menghormati sistem konstitusional mengenai terkait rumor pergantian Kapolri. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
JAKARTA - Mencermati berkembangnya beragam spekulasi mengenai rumor pergantian Kapolri, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Ummat Islam (Pemuda PUI) membujuk seluruh komponen bangsa untuk menghormati sistem konstitusional. Selain itu juga mengedepankan info nan benar, serta menghentikan polemik nan berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
Ketua Umum PP Pemuda PUI Ujang Palahuddin Assopari (Falah) menegaskan bahwa ruang publik semestinya diisi oleh diskursus nan produktif, bukan spekulasi nan belum mempunyai dasar resmi.
Baca juga: Muncul Isu Surpres Pergantian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Itu Prerogatif Presiden
"Dalam negara hukum, setiap proses pergantian pejabat negara mempunyai sistem konstitusional. Karena itu, masyarakat hendaknya tidak terjebak dalam spekulasi nan justru dapat menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kepercayaan publik terhadap lembaga negara," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Sebagai lembaga nan mempunyai peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kata dia, Polri memerlukan stabilitas agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Dia menilai selama lebih dari lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri terus melakukan transformasi melalui konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) nan berorientasi pada peningkatan profesionalisme, transparansi, serta pelayanan publik.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·