RI-China Bertemu Besok, Taiwan hingga Natuna Jadi Sorotan

13 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan China bakal menggelar Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) serta pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Sejumlah rumor strategis bakal dibahas, mulai dari kerja sama ekonomi dan maritim, pertahanan, hingga dinamika area di sekitar Taiwan.

Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI Arifianto Sofiyanto mengatakan CSD kali ini merupakan pertemuan perdana antara Indonesia dan China, sekaligus format CSD pertama Indonesia dengan negara mitra.

"Ini merupakan pertemuan CSD perdana antara RI dan China, sekaligus CSD pertama Indonesia dengan negara mitra," kata Arifianto dalam press briefing Kemlu RI, Kamis (20/8/2026).

Menurut Arifianto, CSD bakal menitikberatkan pembahasan pada penguatan kerja sama ekonomi, termasuk peningkatan investasi China di sektor prioritas Indonesia dan penguatan nilai perdagangan. Adapun pertemuan 2+2 nan digelar secara beriringan bakal lebih berfokus pada rumor politik, pertahanan, dan keamanan.

Isu Taiwan juga menjadi perhatian menyusul pertanyaan mengenai kemungkinan penguatan latihan militer setelah kejadian di area tersebut serta keberadaan kapal perang Indonesia dan China di sekitar perairan Taiwan.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan kedekatan agenda pertemuan dengan perkembangan di Taiwan bukan berfaedah keduanya mempunyai keterkaitan langsung.

"Hal ini murni merupakan penyesuaian agenda diplomasi berkala nan disepakati kedua negara jauh-jauh hari, bukan respons spontan atas kejadian tertentu," ujarnya dalam kesempatan nan sama.

Di sisi maritim, Indonesia dan China juga terus membahas kerja sama, termasuk rumor Natuna dan komitmen joint development nan disepakati para pemimpin kedua negara. Arifianto menyebut komunikasi intensif nan terus berjalan merupakan salah satu corak kemajuan.

"Kedua pihak tetap berkomitmen penuh terhadap seluruh understanding nan telah disepakati oleh para pemimpin negara," katanya.

Ia menjelaskan kerja sama maritim RI-China mencakup navy-to-navy talk, kunjungan kapal, kerja sama ekonomi kelautan, perikanan, hingga riset dan pengembangan. Pemerintah juga terus mendorong realisasi pemahaman mengenai joint development dengan tetap merujuk pada koridor norma nan berlaku.

Untuk CSD, Arifianto mengatakan agenda spesifik dan joint statement tetap dimatangkan oleh kedua delegasi hingga Kamis malam.

"Capaian utama difokuskan pada penguatan komitmen kerja sama ekonomi berkelanjutan, peningkatan investasi China di sektor prioritas Indonesia, dan penguatan nilai perdagangan," ujarnya.

Sementara itu, Kemlu belum memerinci seluruh hasil akhir alias kesepakatan baru nan bakal dihasilkan. Detail hasil CSD bakal disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi setelah rangkaian pertemuan dan konvensi pers pada Jumat (21/8/2026).

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya