RI Dikepung Mobil China, Bos Daihatsu Ungkap Hal Tak Terduga

2 jam yang lalu 4

Tangerang, CNBC Indonesia - Masuknya semakin banyak merek otomotif asal China ke Indonesia tidak dipandang sebagai ancaman oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Di tengah persaingan nan semakin ketat, Daihatsu justru memilih mempertahankan konsentrasi pada pasar pembeli mobil pertama alias first car buyer nan selama ini menjadi pedoman konsumennya.

Segmen tersebut dinilai tetap mempunyai potensi besar lantaran kebanyakan konsumennya berasal dari pengguna sepeda motor nan mau naik kelas menjadi pemilik mobil. Karena itu, strategi perseroan tidak hanya bertumpu pada produk, tetapi juga membangun ekosistem kepemilikan kendaraan nan mudah dijangkau sejak proses pembelian hingga penjualan kembali.

Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi mengatakan kehadiran pemain baru justru menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri otomotif nasional. Menurutnya, Daihatsu mempunyai posisi pasar nan berbeda dibanding sebagian besar merek pendatang.

"Sebenarnya jika kami memandang hadirnya banyak merek baru itu bagus untuk industri otomotif Indonesia. Daihatsu sendiri konsentrasi di segmen first car buyer, ialah konsumen nan membeli mobil pertama dan sekitar 90% merupakan pengguna sepeda motor nan naik kelas menjadi pemilik mobil. Konsumen seperti ini tidak hanya mempertimbangkan produknya, tetapi juga kemudahan dalam mempunyai kendaraan," ujar Rokky, Jumat (7/9/2026).

Daihatsu menilai keputusan membeli mobil pertama sangat dipengaruhi beragam aspek di luar spesifikasi kendaraan. Jaringan penjualan, pembiayaan, jasa purnajual hingga nilai jual kembali menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen nan baru memasuki pasar otomotif roda empat.

"Harga tentu kudu terjangkau, tetapi beyond product juga sangat penting. Outlet kudu mudah ditemukan, pilihan pembiayaan fleksibel, produknya handal dan efisien, bengkel mudah dijangkau, suku cadang mudah didapat dengan nilai nan tetap terjangkau, sampai akhirnya mudah dijual kembali. Produk Daihatsu dikenal mempunyai nilai jual kembali nan tetap baik sehingga memudahkan konsumen ketika mau naik ke segmen kendaraan berikutnya," katanya.

Di sisi lain, ADM juga membeberkan perkembangan penjualan Rocky Hybrid nan mulai diterima pasar sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Ketersediaan unit tetap terbatas lantaran model tersebut tetap didatangkan secara utuh dari luar negeri.

"Rocky Hybrid sampai saat ini sudah membukukan sekitar 800 SPK sejak pertama kali kami umumkan. Indennya tetap sekitar satu bulan lantaran pasokannya memang terbatas mengingat model ini tetap berstatus CBU. Namun penerimaan konsumen terhadap Rocky Hybrid cukup baik," ujar Rokky.

Persaingan di segmen hybrid juga semakin ramai dengan kehadiran sejumlah merek asal China nan menawarkan nilai kompetitif. Meski demikian, Daihatsu tetap mengandalkan pendekatan nan menggabungkan produk dengan jasa kepemilikan sebagai pembeda di pasar.

"Kalau kami selalu menawarkan beyond product. Bukan hanya produknya, tetapi juga kemudahan saat membeli, kemudahan ketika menggunakan kendaraan, hingga kemudahan saat menjual kembali. Itulah nan terus kami komunikasikan kepada konsumen sebagai nilai tambah Daihatsu," ujar Rokky.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya