RI Kembangkan Bahan Bakar Baru Bernama Hidrogen, Ini Alasan Bahlil

2 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan argumen di kembali pemanfaatan daya baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, salah satunya hidrogen. Menurutnya, daya dari hidrogen mempunyai tiga kegunaan utama.

Menurutnya, hidrogen bisa menjadi salah satu pengganti sumber daya nan di Indonesia. Sejalan dengan itu, ke pemanfaatan sumber daya bersih juga dinilai sebagai salah satu tuntutan dunia.

Selain itu, Bahlil juga menilai bahwa hidrogen bisa mendorong program pemerintah untuk melakukan hilirisasi. Memang, hidrogen sendiri bisa diperoleh melalui sumber nan bervariasi dan tidak tepaku pada satu jenis sumber penghasil hidrogen.

"Hari ini kita bakal mendorong hidrogen. Hidrogen ini menurut saya salah satu pengganti lantaran ada tiga kegunaan utama. nan pertama adalah sebuah tuntutan dunia. nan kedua ini bagian daripada hilirisasi," katanya dalam aktivitas Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).

Hidrogen sendiri bisa diproduksi melalui air, gas, hingga batu bara. Bahlil menilai, Indonesia mempunyai sumber penghasil hidrogen nan melimpah sehingga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu daya pengganti di dalam negeri.

"Jadi kita bisa merubah fosil kita nan dari batu bara low kalori itu bisa menjadi hidrogen dengan teknologi. Air kita punya," imbuhnya.

Belum lagi, sumber gas di Indonesia tehitung melimpah didukung oleh rencana pengembangan beberapa blok minyak dan gas bumi dalam negeri nan salah satunya bisa dimanfaatkan untuk produksi hidrogen.

Fungsi selanjutnya adalah sebagai instrumen untuk mencapai sasaran penurunan emisi karbon alias net zero emission pada tahun 2050-2060. Melalui integrasi dengan pembangkit listrik daya terbarukan, hidrogen diharapkan bisa menurunkan emisi CO2 secara signifikan.

"Nah atas dasar itu jika ini bisa kita lakukan maka bisa kita menurunkan CO2 maka sasaran Indonesia untuk net zero emission di 2050 2060 itu bisa kita betul-betul lakukan," jelasnya.

Dengan begitu, Bahlil menilai kesiapan hidrogen di Indonesia tidak perlu diragukan. Namun, dia menekankan tetap ada pekerjaan rumah sebelum hidrogen bisa dimanfaatkan secara luas ialah perihal harganya nan relatif tetap lebih mahal dibandingkan sumber EBT lainnya.

"Apa nan saya mau sampaikan Bapak Ibu semua bahan baku daripada hidrogen nan ada pada bangsa kita itu tidak perlu diragukan dan ini adalah bagian nan kudu terus didorong," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya